Galanita Ajang Seleksi Atlet PON

Yustince Mebri (FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA–Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua akan menggulirkan Kejuaraan Sepakbola Wanita (Galanita) se-Provinsi Papua,Tahun 2018 pada 12 – 17 November 2018 di Stadion Mandala Jayapura.

Ketua Komite Ekseskutif Sepakbola Wanita Asprov PSSI Papua, Yustince Mebri mengatakan, kejuaraan Galanita se-Papua ini hanya diikuti tiga daerah, masing-masing Kabupaten Tolikara, Nduga dan Kabupaten Jayapura.

Kendati minimnya daerah yang ikut berpartisipasi, ia mengaku Asprov PSSI Papua bersama Exco Papua akan kembali duduk bersama membahas format kompetisi yang digunakan.

“Ada 3 tim yang sudah daftar, tim Galanita Tolikara, Nduga dan Persidafon. Karena hanya 3 tim maka kami akan rapat lagi, apakah mau gelar setengah kompetisi atau kompetisi penuh. Setelah itu disampaikan pada saat technical meeting,” ujar Yustince Mebri yang juga merupakan Ketua Panpel Galanita se-Papua saat ditemui di Kantor Asprov PSSI Papua, Rabu (7/11) sore kemarin.

Selain itu, ia mengungkapkan, kejuaraan tersebut juga akan menjadi ajang seleksi pemain Galanita persiapan PON XX 2020 di tanah Papua. Apalagi Galanita wajib menyumbangkan medali bagi Papua nantinya.

“Nama-nama dan kerangka tim sudah ada, tapi kami gelar lagi, kalau ada yang lebih bagus kita bisa ambil pemain itu masuk tim PON 2020. Karena arahan Ketum Asrprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, sebagai tuan rumah Galanita harus dapat emas, begitu juga sepakbola dan futsal,” katanya.

Keterbatasan anggaran menjadi kendala dari setiap daerah di Papua yang membuat minimnya peserta mengikuti kejuaraan galanita tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Asprov PSSI Papua Rocky Bebena mengaku jika 3 tim yang daftar tetap akan dilaksanakan, hanya saja, hal ini menjadi catatan bagi PSSI untuk dilaporkan saat rapat tahunan PSSI soal format kompetisi tingkat nasional hingga ke daerah.

Disinggung dua pemain Galanita yang dipanggil Timnas Indonesia Galanita senior Norffince Boma dan Yudith Herlina Sada yang akan mengikuti Pre Olympiade 2020 pada 06-14 November 2018 di Palestina, mantan wartawan Cenderawasih Pos ini memberikan apresiasi kepada dua pemain Papua itu.

“Kalau sekarang hanya dua mungkin batasan umur, tapi kalau secara kualitas banyak pemain Galanita Papua kita punya kemampuan yang luar biasa. Jadi sebaiknya lebih banyak yang dipanggil,” tutupnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *