Constant Karma Diundang Sebagai Tenaga Ahli Ekternal WHO

Lucky/cepos
Drh Constant Karma

Dalam Pertemuan HIV –AIDS Tingkat Dunia di Afrika Selatan

  JAYAPURA – Program Sirkumsisi pria sukarela dengan metode Prepex yang gencar dilakukan KPA Provinsi Papua mendapat perhatian langsung dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), suatu  badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss.

Secara khusus WHO mengundang Sekretaris KPA Provinsi Papua Constant Karma yang ditunjuk sebagai tenaga Ahli Eksternal WHO dalam pertemuan tingkat dunia di Johannesburg – Africa Selatan, pada 12-16 November 2018. Pertemuan tersebut bertajuk “ Panduan Baru dan Terkini tentang Sunat Laki-laki yang Aman Untuk Pencegahan HIV dan Pemberian Layanan terkait untuk Remaja Laki-Laki dan Laki-Laki dalam Epidemi HIV Umum” ( WHO Guideline Development Group: New and Updated Guidance on Safe Male Circumcision for HIV Prevention and Related Service Delivery for Adolescent Boys and Men is Generalized HIV Epidemics)

  Dikatakan, beberapa bulan lalu, dari WHO sempat mengujungi KPA dan melihat pelaksanaan program sirkumsisi pria sukarela yang dilakukan KPA Papua dan ingin tahu bagaimana dukungan gereja-gereja terhadap program Sirkusisi tersebut, sebab di Negara-negara lain masih sangat susah dijalankan. Waktu itu, pihak WHO dan KPA bertemu dengan Persekutuan Gereja-Gereja di tanah Papua ( PGGP) di Fave Hotel Jayapura.

  Selian itu, KPA juga menerbitkan 3 buku ( HIV AIDS di Papua- Penanggulangan dan Harapan, Sirkumsisi Tidak Betentangan dengan Alkitab dan Berjuang Tanpa Pamrih – 25 kisan para aktivis memerangi HIV dan AIDS di Papua)  yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan sudah disebarluaskan  ke berbagai kalangan. “ Inilah yang kira-kira membuat WHO mengudang saya untuk terlibat sebagai tenaga ahli eksternal WHO dalam pertemuan tingkat dunia di Johannesburg Africa Selatan pekan mendatang,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos dan RRI di ruang kerjanya, kemarin.

  Hal lainnya, menurut Constan Karma, KPA Papua cukup aktif mengikuti pertemuan-petemuan tingkat dunia , seperti konferensi internasional HIV AIDS di Mexico ( 2009),  berikutnya Konferensi yang sama di Washington DC AS (2012), kemudian pada 2015 terlibat dalam pelatihan Sirkumsisi di Rwanda, Afrika, lalu terakhir 2018  ikut konferensi HIV dan AIDS di Durban – Africa Selatan. “ Keikutsertaan kami secara rutin inilah yang barangkali di pantau langsung WHO, sehingga pada pertemuan mendatang, saya diundang dalam kapasitas sebagai Tenaga Ahli ekternal WHO, “ jelasnya lagi.

    Intinya, WHO pertama kali akan membuat Panduan baru dan terkini yang akan dipakai dalam penanganan HIV-AIDS secara global, terutama melalui sirkumsisi,  dan  KPA Papua diundang untuk memberikan masukan dalam diskusi-diskusi, terkait penyusunan panduan tersebut,” paparnya.

  Undangan ini disambut dengan baik dan dirinya siap menghadiri, memberikan masukan yang perlu, tentunya dengan pengalaman bagaimana menjalankan program sirkumsisi pria sukarela dengan metode prepeks.

  Dirinya sendiri telah menyiapakan tulisan dengan judul ‘ gereja-gereja perlu memikirkan ulang  sunat untuk kesehatan umat’ yang akan disampaikan sebagai masukan dalam kelompok diskusi nanti.

Tulisan itu dilatarbelakangi pengalaman di Papua dalam menajalankan program sirkumsisi, dimana perlu pendekatan dan penjelasan dengan baik pada terutama pihak gereja-gereja terkait sunat, dimana yang ditekankan bahwa sunat perlu untuk kesehatan. “ Apa yang kami  alami, tantangan dan capaian inilah yang akan saya bawa dalam pertemuan nanti,” terangnya.

   Dari awal sejak program sirkumsisi di lalukan KPA Papua, kini sudah 1270 pria secara sukarela melakukan sirkumsisi dengan motode prepex ke tempat-tempat yang KPA Siapkan. “ Ini capaian menarik, ditengah berbagai tantangan, dan hal ini perlu dibagikan, sambil kita juga mendapat perkembangan baru dari pertemuan nanti untuk diterapkan di Papua, “ Paparnya. (luc)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *