Soal Imunisasi MRP, Jangan Percaya Isu Sesat

Anak –anak di Distrik Wolo Kabupaten Jayawijaya saat  mendapatkan Imunisasi MRP. (FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya menegaskan jika pencapaian Imunisasi Measles Campak , Rubela dan Polio (MRP) yang masih rendah di Jayawijaya, diakibatkan karena banyak masyarakat yang lebih percaya terhadap informasi yang tidak benar (hoax) jika imunisasi ini dilakukan untuk membunuh generasi muda Papua.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Sem Beay mengakui jika informasi yang didengar oleh masyarakat merupakan satu kebohongan yang menyesatkan masyarakat. Sebab, saat ini pemerintah terus mendorong penyiapan generasi muda yang sehat yang nantinya bisa menjadi pemimpin Papua kedepan.

  “Saya ingin masyarakat tahu jika, vaksin MRP ini tidak untuk membunuh generasi muda Papua, ini kebohongan yang sengaja disebarkan oleh pihak –pihak tertentu yang tidak ingin melihat anak-anak papua ini tumbuh dengan sehat,”tegasnya Selasa (6/11) kemarin.

   Ia memastikan jika anak –anak Papua, khususnya di Jayawijaya tidak mendapat vaksin ini, maka sampai dimana SDM anak –anak ini bisa terukur, SDM orang Papua harus bisa lebih tinggi. Menurutnya, saat ini SDM Papua sudah mulai diakui di dunia internasional, sehingga harus membentuk lagi generasi yang sehat dan memiliki SDM yang tinggi.

   “Masyarakat jangan mudah percaya dengan kebohongan –kebohongan yang menghambat generasi muda papua untuk berkembang, sehingga mendapatkan imunisasi MRP sangat penting bagi tumbuh dan kembang dari anak-anak,”ujarnya.

   Ia menilai jika rendahnya pencapaian Imunisasi MRP di Jayawijaya ini dikarenakan kurangnya pemahaman yang baik dari masyarakat, artinya masyarakat kurang mendalami karena mendapat isu –isu yang tidak benar,  dan pasca insiden kematian siswi SD di Distrik Kurulu yang menambah keyakinan masyarakat terhadap itu yang berkembang.

   “Dari insiden ini membuat kita harus bekerja ekstra untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa, saat melakukan imunisasi dari 1 sampai dengan 7 anak semua sehat, namun untuk anak ke 8 mengalami masalah,” jelas Sem Beay.

  Dari masalah itu, Kata Sekdis Kesehatan, dapat diambil kesimpulan jika Imunisasi MRP ini bukan penyebab utama kematian atau insiden yang terjadi di Kurulu beberapa waktu lalu, tetapi kemungkinan yang bersangkutan terkontaminasi dengan penyakit lain, namun masalah ini tidak dapat dipastikan oleh pihak lain.

   “artinya pada saat petugas kesehatan turun ke lapangan, yang mengetahui karakter anak –anak itu gurunya, sehingga prosesnya ia pasti tahu jika mana siswanya yang memiliki kesehatan yang tidak sesuai harus disampaikan kepada petugas kesehatan,”katanya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *