Pembangunan Trans Papua Jayapura-Wamena Capai 90 Persen

TRANS PAPUA: Rombongan Off Road Jalan Trans Jayapura-Wamena saat melewati salah satu kubangan lumpur di ruas Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, awal pekan ini. (FOTO)

WAMENA-Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena dari titik 0 Km sampai dengan 400 Km yang ditangani Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, diklaim pengerjaannya telah mencapai 90 persen.

Dengan kondisi ini, BBPJN XVIII Jayapura optimis dengan sisa waktu kurang dari 2 bulan, dapat menyelesaikan pekerjaan ini.

Kepala Satuan Kerja BBPJN XVIII Jayapura, Saut P Munthe mengakui bahwa  Satker BBPJN XVIII Jayapura yang menangani pengerjalan jalan trans Papua dari titik 0 Km Kantor Pos Jayapura sampai dengan 400 Km Kabupaten Yalimo dimana terbagi dalam pekerjaan Mamberamo-Elelim 1 dalam 365 Km sampai 376 Km dan pembangunan Elelim 3 dari 376 Km sampai 400 Km.

“Untuk pekerjaan Mamberamo-Elelim 1 tahapannya sudah mencapai 90 persen dan 10 persen ini tahapan penyelesaian. Sementara untuk pembangunan Elelim 3 itu progresnya sudah mencapai 95
persen,”ungkapnya kepada wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (6/11).

Meskipun demikian, Saut mengakui masih ada beberapa ruas jalan yang harus dibenahi. Artinya dalam masa sisa pelaksanaan yang tinggal 2 bulan ini bisa diselesaikan sehingga pekerjaan urukan pilihan (Urfil) ini dilakukan untuk pengerasan. Dimana ada beberapa tempat yang berlumpur dan akan diperbaiki.

“Untuk pengaspalan, belum dilakukan. Jalan yang diaspal itu dari titik 0 km sampai 230 Km. Sementara dari 230 Km sampai 400 Km itu tidak ada yang diaspal tetapi masih dalam bentuk japat,”jelasnya.

Saut mengharapkan pada tahun berikutnya jalan yang ditanganinya ini bisa segera diaspal sehingga nantinya dapat dilalui oleh kendaraan. Namun dalam pelaksanaannya pekerjaan jalan ini, pihaknya selalu terganggu dengan arus transportasi kendaraan yang padat dari Jayapura-Wamena dan sebaliknya. “Kita masih terkendala dengan kendaraan yang menghambat pekerjaan ini. Karena tiap hari, jalan tersebut selalu ada kendaraan yang melewati,”ujar Saut.

Sementara itu, dalam rangka memperingati HUT Korem 172/PWY ke-55 yang jatuh pada tanggal 7 November 2018, Korem 172/PWY mengadakan kegiatan Off Road Jalan Trans Jayapura Wamena yang mengambil start di Makorem 172/PWY, Padang Bulan, Minggu (4/11).

Selain diikuti Danrem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar, kegiatan yang melibatkan 43 kendaraan dari komunitas otomotif dan 8 motor trail ini juga diikuti Wakil Bupati Jayawijaya yang juga Bupati Jayawijaya terpilih, John Richard Banua, Kepala Satuan Kerja Jayapura BBPJN XVIII, Saut P. Munthe, Ketua Indonesian Off-Road Federation (IOF) Papua, Jhoni Banua Rouw,  Ketua umum BPD PHRI Papua, Syahrir Hasan dan beberapa tokoh lainnya.

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Jonathan Binsar Sianipar mengatakan, Off Road tersebut dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana kondisi jalan yang sudah dibangun selama ini. Sebab jalan Trans Jayapura-Wamena ini menurut Jonathan Sianipar masih merupakan wilayah tanggung jawab Korem 172/PWY.

“Selain berpetualang bersama komunitas, kami juga ingin meninjau langsung jalur Jayapura Wamena, apa lagi wilayah tersebut masih termasuk wilayah Korem 172,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (4/11) lalu.

Rombongan yang dilepas Minggu (4/11) pukul 08.00 WIT, akhirnya tiba di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo sekira pukul 20.00 WIT. Sepanjang perjalanan, rombongan berbagi kasih serta melakukan pemutaran film dan bertatap muka dengan masyarakat di sepanjang jalur ini.

Selain melihat kondisi jalan yang telah dibangun, Danrem Jonathan Sianipar mengatakan, pihaknya juga ingin melihat dari sisi keamanan sepanjang jalur, khususnya terkait pembangunan pos keamanan yang tepat.

“Jika jalurnya sudah ditentukan pasti kita akan menempatkan beberapa pos pengamanan yang merupakan daerah rawan atau strategis supaya setiap masyarakat yang melintas akan merasa aman,”jelasnya.

“Kami merencanakan membangun 3 Pos Ramil TNI, namun untuk sementara dalam waktu dekat ini baru 1 pos yang akan dibangun dulu yang akan diposisikan di Distrik Benawa Kabupaten Yalimo,” sambungnya.

Pihaknya memilih Distrik Benawa  karena Distrik Benawa merupakan titik tengah jalan Trans Papua Jayapura-Wamena. Selain itu, distrik ini juga sudah sangat ramai, sehingga jika TNI membangun Pos di sana itu punya nilai ekonomis untuk masyarakat.

“Kalau di sana aman, kita akan dorong masyarakat untuk membentuk rest area atau tempat perdagangan. Kami juga sudah meminta kepada Wakil Bupati Jayawijaya untuk dibangun SPBU di Elelim dan di Benawa yang terintegrasi dengan tempat makan sehingga masyarakat bisa
berjualan di sana,” tambahnya. (jo/kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *