Orangtua Korban Minta Pelaku Pencabulan Anak Ditahan

Salah satu ibu korban menunjukan foto dimana saat pelaku pencabulan tersebut saat berada di dekat rumahnya. (FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA- Salah satu ibu korban, K dalam kasus dugaan pencabulan terhadap empat anak di bawah umur (SD) meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan penahanan terhadap pelaku pencabulan tersebut saat jumpa pers di Green Abe Hotel, Selasa (6/11) kemarin.

Diakunya salah satu ibu korban, semenjak ditahan I yang merupakan korban pencabulan tersebut sudah mulai ada perubahan trauma akibat peristiwa yang menimpanya satu tahun yang lalu. Namun pada 10 oktober 2018 lalu saat si pelaku berada di belakang rumah kontrakkan korban yang tempatnya di entrop 45, si korban yang merupakan anak yang berumur kurang lebih jalan 8 tahun tersebut panik dan takut.

“Karena dengan informasi pelaku dialihkan jadi tahanan kota dengan lasan sakit, tapi kenapa berkeliaran di tempat tinggalnya, kenapa kalo sakit tidak di rumah sakit saja,”kata K saat jumpa pers di Green Abe Hotel, pada Selasa (6/11) kemarin.

Sejak saat melihat si pelaku berada di kediamnya, si korban I merasa takut dan tidak mau sekolah dari awal oktober hingga saat ini. Perilaku korban juga sudah mulaih aneh, kadang sensitif terhadap siapapun didalam rumah dan juga susah mau makan dan tidak pernah keluar kamar lagi. “Saya berharap tolong pihak yang terkait sebelum memutuskan permintaan pelaku harap melihat juga kondisi anak saya yang sampai saat ini sudah kambuh lagi traumanya,”jelasnya.

Melihat persolan tersebut kedua ibu korban K dan K mendatangi ketua PN Jayapura pada, Selasa (6/11) yang didampingi oleh Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, S.H., Direktur LP3A- Papua, Siti Akmianti, S.H dan Lucia Erni ( Field Coordinator Kabupaten Jayapura) Program Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender – USAID Bersama ( Anggota Jaringan Stop Kekerasan Berbasis Gender/JSKBG), Dimana semua tergabung di Jaringan Stop Kekerasan Berbasis Gender.

Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, S.H menyampaikan bahwa, pihaknya akan selalu mengawal kelluarga korban tersebut sampai ada keadilan atas perbuatan keji dan takmanusawi yang dilakukan oleh pelaku terhadap beberapa korban pelempias nafsuya.

“ini merupakan kejahatan yang sangat fatal, apalagi masa depan anak-anak tersebut pasti akan sangat hancur, maka kasus ini perlu di perhatikan baik-baik,”kata Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, S.H.

Sama halnya juga yang ditegaskan oleh Direktur LP3A- Papua, Siti Akmianti, S.H dan Lucia Erni ( Field Coordinator Kabupaten Jayapura) Program Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender – USAID Bersama ( Anggota Jaringan Stop Kekerasan Berbasis Gender/JSKBG) agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena sudah merebut kebahagian dan merusak masa depan generasi maupun kebahagian para korban.

“memnag secara aturan bahwa terdak mempunya hak untuk mengalihkan tahanan, namunsatu hal yang paling penting dan sebenarnya menjadi bahan pertimbangan pihak yang bertangung jawab bahwa, bagaimana kondisi korban, dana apa penyebap jika pelaku menjadi tahanan kota,”ujarnya.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *