Ketika Kelompok Paduan Suara  menunjukkan Bakatnya Masing-masing

LOMBA PADUAN SUARA-Salah satu peserta saat tampil dalam lomba paduan suara lagu perjuangan dan Etnik khas Papua, yang diselenggarakan TP PKK Kota Jayapura, di ikuti pelajar Tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Kota Jayapura, di aula Sian Soor Kantor Wali Kita Jayapura, Selasa(6/11)kemarin. (FOTO : Priyadi/Cepos)

Tak Mudah Bergabung dengan Paduan Suara, Harus Punya Suara Khas

Kelompok paduan suara di sekolah selama ini selalu eksis , meskipun tak sebanyak ekstrakurikuler lainnya punya peminat, mereka pun harus mengeksplore suaranya, apa tantangan mereka di bidang tarik suara?

Laporan :Priyadi-Jayapura

Eksistensi Paduan suara di tingkat Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah Kejuruan( SMA/SMK) dan Perguruan Tinggi di Kota Jayapura, tampaknya eksistensinya masih terjaga dengan baik.  Cukup banyak sekolah yang punya paduan suara.

Dicky salah satu siswa SMA 5 Angkasa Jayapura mengatakan, disekolahnya ekstrakulikuler paduan suara sampai sekarang masih ada, dalam setiap minggu dilakukan 1 kali, latihan bernyanyi melalui paduan suara, baik menyanyikan lagu etnik papua, lagu kebangsaan, lagu perjuangan dan lagu-lagu pilihan lainnya.

“Saya ikuti paduan suara di sekolah sejak kelas X sampai sekarang kelas XII, saya memilih ektrakulikuler ini karena senang mendengarkan musik dan bernyanyi,”katanya kepada Cenderawasih Pos, usaI tampil.

  Menurutnya, tidak mudah menjadi seorang paduan suara, karena setiap orang harus mempunyai ciri khas suara, seperti dia memiliki ciri khas suara bas, sehingga jika setiap lagu yang dibawakan ia harus selalu bersuara besar layaknya bas.

  Dicky menambahkan, setiap lagu baik zaman dahulu maupun seiring perkembangan zaman saat ini, jika dinyanyikan oleh paduan suara pasti tentunya bagus dan indah. Karena masing-masing vokal dapat bagian tersendiri dan ada derigennya yang mengarahkan tentunya lagu yang dibawakan paduan suara lebih terasa indah dan lain.

  Ditempat yang sama, pelatih paduan suara SMA K Seminari Santos Fransiskus Asisi Waena frather Fransiskus Batleyeri Projo Jayapura mengatakan,  eksistensi Paduan Suara di SMAK masih bagus, walaupun belum ada pelatih yang mumpuni, tapi pihaknya tetap berusaha sebaik mungkin.

  Diakui, latihan paduan suara dilakukan dalam satu minggu dua kali dari hari Sabtu dan Rabu selama 1 jam atau 2 jam, karena SMAK sekolahnya pola asrama sehingga lebih mudah dalam latihan.  “Biasanya kami juga berikan pelayanan pada hari Minggu, pada saat ibadah, maupun lainnya, kami tampil di gereja-gereja yang ada di Kota Jayapura beberapa Paroki yang tersebar di dekenat Kota Jayapura, dengan melakukan koordinasi, berkomunikasi dengan Pastor Paroki kalau Pastor Paroki mengiyakan kami siap tampil di beberapa gereja ini,”jelasnya.

   Sementara itu, dalam kesempatan  itu, kelompok paduan suara  IPDN Kampus Papua juga ikut dalam lomba itu, salah satu praja IPDN Kampus Papua Cawelian mengaku, memang di IPDN prajanya ada yang dilatih dalam mengikuti paduan  suara contohnya dirinya, dan ini dilakukan juga di seluruh kampus IPDN di Indonesia. Untuk lagu yang dipelajari dalam paduan suara banyak salas satunya lagu perjuangan dan kebangsaan.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *