Delapan Tersangka Pemerkosaan  Diringkus

Tiga dari 8 tersangka  pemerkosaan yang sudah ditangkap Polres Merauke. (FOTO : Humas Polres  Merauke for Radar Merauke)

MERAUKE– Delapan dari 13 tersangka  pemerkosaan terhadap seorang gadis sebut saja Mawar (23) di Kampung Wogikel- Distrik Ilwayab pada bulan Oktober  lalu, akhirnya berhasil diringkus oleh Tim Khusus  yang dibentuk Kapolres Meruake bersama Polsek  Kimaam, Senin (5/11) sekitar pukul  23.00 WIT.

   Kedelapan   tersangka tersebut berhasil diringkus di pinggir Sungai Digoel. Sedangkan 5 tersangka lainnya masih dalam pencarian dan pengejaran Polisi. Pasalnya setelah kejadian  tersebut, ke-13   pelaku  tersebut langsung kabur  meninggalkan Kampung Wogikel.

   Kapolres  Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH didampingi   Kasubbag Humas AKP Suhardi, kepada wartawan membenarkan  penangkapan  ke delapan tersangka tersebut.  Pada saat itu, lanjut Kapolres, sebanyak 11 orang berhasil ditangkap. Namun dari hasil interogasi  yang dilakukan  pihaknya hanya 8 orang yang terlibat. Kedelapan  tersangka yang diringkus tersebut  yakni   MS, DG, EA, FK, JB, JK, GA dan  AK. Sedangkan  3  orang lainnya  masing-masing OS, EK dan PG dilepas karena tidak terlibat.

  Diketahui, penyelidikan  dan pengejaran  yang dilakukan oleh Tim Khusus bersama Polsek  Kimaam tersebut terkait dengan pemcurian dan pemerkosaan terhadap seorang wanita Warga Kampung Wogikel Distrik Ilwayab  yang dilakukan 13 orang pada Minggu (21/10) sekitar pukul 04.00 WIT lalu.

‘’Ke-9 orang  ini sementara ini diamankan di Ilwayab untuk selanjutnya dibawa ke Merauke. Kalau besok (hari ini)  ada pesawat, maka akan diterbangkan dari Ilwayab ke Merauke,’’ kata Kapolres.

   Kapolres menjelaskan dengan penangkapan ini masih ada 5 tersangka lainnya   yang masih kabur. Mereka  adalah FUG alias Sisko, YK, LK OS dan JY.

‘’Kami minta kepada keluarga dari para  tersangka  tersebut untuk dapat menyerahkan mereka kepada Polisi sebelum  kami menetapkan  mereka ke dalam Daftar Pencarian Orang  (DPO),’’ tandas Kapolres.

   Kapolres menerangkan kasus  pemerkosaan ini berawal saat para pelaku tersebut dalam keadaan mabuk dimana beberapa dari tersangka  tersebut masuk ke dalam rumah korban dengan  cara merusak pintu  depan rumah. Saat itu, korban bersama ibunya dalam kamar, kemudian    para pelaku menyeret  korban dengan ancaman dan membawanya keluar rumah selanjutnya memperkosa korban secara bergiliran. (ulo/tri) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *