Dinkes Papua Jamin PON 2020 Bebas Malaria

drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (Gratianus Silas/Cepos)

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, dr. Aloysius Giay M.Kes saat memberikan keterangannya kepada awak media saat ditemui di Hom Hotel Abepura, Senin (5/11) siang kemarin. (FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, dr. Aloysius Giay M.Kes mengatakan, bahwa Dinkes Papua akan menyiapkan tim dokter ahli research dan juga dokter ahli penyakit dalam tropical (penyakit menular), guna menangani penyakit-penyakit dalam menular, sekaligus mengeliminasi penyebaran bibit penyakit malaria di kabupaten-kabupaten yang masih ada endemik malaria, seperti Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Mimika.

“Tim ini akan melakukan pencegahan preventif secara periodik. Minimum 6 bulan sebelum pelaksanaan PON daerah-dareah kluster yang termasuk endemik malaria harus terbebas dari bibit penyakit malaria. Awal Maret hingga April 2020 sudah bebas Malaria.” ungkap dr. Aloysius Giay M.Kes kepada wartawan saat ditemui di Hom Hotel Abepura, Senin (5/11) siang kemarin.

Sementara itu mengenai akreditasi rumah sakit di 5 kluster dan kabupaten penyangga, Aloysius Giyai mengatakan akan berupaya meningkatkan akreditasi rumah sakit – rumah sakit di Papua, seperti RSUD Jayapura sehingga terakreditasi dengan nilai Paripurna. Sebab jika tidak, makan rumah sakit tersebut tidak bisa menjadi fasilitas kesehatan rujukan tertinggi selama PON Papua dan akan dicari alternatif rumah sakit lain seperti RS Provita Jayapura.

Dinkes juga akan menyiapkan rumah sakit terapung untuk penanganan medis bagi Cabor yang venuenya berada di pinggir laut.

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua juga akan menyiagakan 45 tenaga dokter spesialis pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang. Para dokter tersebut akan memimpin tim kesehatan di setiap venue pertandingan yang tersebar pada 5 kluster PON Papua di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke dan 4 kabupaten penyangga yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Tolikara.

Giay mengatakan dokter-dokter spesialis tersebut antara lain dokter spesialis hiperbarik dan penyelaman yang nantinya bertugas di Cabang Olahraga (Cabor) Selam Laut dan Selam Kolam,  Dokter Traumatik, Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Bedah Tulang, Dokter Spesialis Bedah Saraf yang bertugas di Cabor bela diri seperti Karate, Silat, Tinju, Wushu, Tarung Derajat, dan lainnya.  Para dokter ini selain memiliki spesifikasi khusus sesuai kompetensi pendidikannya, mereka juga memiliki kekhususan di dalam Sport Medical Center. “Mereka dilatih khusus untuk penanganan kegawatdaruratan di arena-arena olahraga,” tandasnya.(eri/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *