Daerah Longsor Semakin  Meluas

Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., saat berbincang-bincang dengan Kepala BPBD Kota Jayapura Bernard J.Lamia saat meninjau pembangunan jalan alternative waena, minggu lalu. (FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard J. Lamia mengungkapkan dari laporan BMKG bulan November sudah memasuki musim penghujan.   Untuk itu,  BPBD mengimbau kepada masyarakat di Kota Jayapura,  yang tinggalnya di dekat bantaran sungai, maupun daerah yang rawan longsor, untuk selalu tetap waspada dan berhati-hati.

Menurutnya saat ini daerah rawan longsor di Kota Jayapura sudah semakin meluas, akibat perilaku ulah manusia yang seenaknya membuka lahan, untuk dijadikan tempat tinggal ataupun bercocok tanam, tanpa melihat kondisi daerah tersebut, walaupun di sana banyak pepohonan.

  “Daerah rawan longsor di kota Jayapura sudah semakin banyak lagi, contohnya di Perumnas 3 dan Perumnas 4, ada oknum masyarakat yang sengaja menebang pohon di bagian atas, ini dampaknya di daerah bawah Perumnas 3 dan 4 jika terjadi hujan deras, bisa bahaya, karena material dari atas bukit terkikis, dapat  menyebabkan longsor, sehingga longsornya ini dapat turun sampai Perumnas 3 dan 4,”katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (5/11) kemarin.

   Diakui, banyak di daerah Kota Jayapura dulunya daerah tidak rawan longsor, kini menjadi daerah rawan longsor, akibat  pohon-pohon ditebang di daerah atas.

   Sehingga, ia berharap jika masyarakat ingin meminimalisir daerah longsor,  jangan lagi lakukan penebangan pohon sembarangan, dan jika ingin membangun rumah atau bercocok tanam, sebaiknya diarahkan langsung di daerah Distrik Muara Tami, yang saat ini masih tanahnya cukup luas.  “Prediksi hujan nanti bisa sampai bulan Februari tahun depan, saya minta minta tetap waspada,”tandasnya. (dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *