Dua Kubu di Puncak Jaya Sepakat Damai

Dua kubu yang bertikai saat melakukan prosesi adat sebagai tanda perdamaian, dengan harapan tak  ada lagi konflik di Distrik Kalome, Puncak Jaya, Sabtu (3/11).

JAYAPURA- Konflik di Puncak Jaya yang dipicu perngantian Kepala Kampung pada Juli 2018 lalu, menyebabkan beberapa distrik bergejolak. Untuk mengangkhiri konflik tersebut, dua kubu yang terlibat konflik sepakat untuk berdampai, dimana perdamaian antara masyarakat Kalome dan Tingginambut, Puncak J aya ini ditandi dengan Belah Kayu Doli, di Distrik Kalome, Sabtu (3/11).

   Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto, SIK mengharapkan perdamaian dengan symbol belah kayu doli tersebut, maka kedepannya tidak terjadi lagi peperangan yang dapat merugikan masyarakat yang ada di Puncak Jaya.

  “Dengan berakhinya peperangan ini dan proses perdamaian telah dilaksanakan, aktivitas masyarakat kembali normal dan proses pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya kembali berjalan. Sehingga kedepannya kita semua dapat  merasakan hasilnya,” terangnya.

  Sementara itu, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos S.Ip MM mengapreasiasi masyarakat  Kalome dan Tingginambut yang sudah bersepakat untuk berdamai dan tidak akan berperang lagi.

  “Dengan ditandai proses belah kayu Doli ini,  saya harapkan kedepannya agar masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah kita, kita semua harus bersatu dan berdamai,” ajaknya kepada masyarakat.

  Pihaknya juga merencanakan,  Kamis (15/11)  mendatang untuk  mengadakan acara syukuran bakar batu dalam rangka proses perdamaian tersebut. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *