Penyebar Video Kekerasan  di Medsos, Diburu Polisi

DIMINTAI KETERANGAN: Anggota Unit PPA Polres Mimika saat meminta keterangan LPB bocah umur 14 tahun yang menjadi korban kekerasan, Jumat (2/11).(FOTO : Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Video kekerasan terhadap seorang anak yang viral di media sosial, Jumat (2/11) kemarin, langsung ditindaklanjuti Polres Mimika. Menindaklanjuti video tersebut tim Opsnal Polres Mimika telah mengamankan 5 orang yang diduga melakukan terhadap seorang bocah berinisial LPB (14). Lima orang yang diamankan polisi yaitu LOR (56), LR (32), TBR (49), HN (43) dan  AR (50).

Dalam video yang beredar di Medsos, korban yang masih berumur 14 tahun diikat dan dipukul menggunakan kayu hingga kepala korban terluka.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP.  I Gusti Agung Ananta Pratama yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya penangkapan terhadap lima orang yang diduga menganiaya seorang bocah.

Agung Pratama mengaku sangat menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan para pelaku. Apalagi bocah yang dianiaya menurutnya merupakan anak yatim piatu dan aksi tersebut direkam lalu disebarluaskan di Medsos.    

“Sangat saya sayangkan kejadian seperti ini, untuk itu anggota Reskrim Polres Mimika cepat bertindak dan mengamankan para pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka,” ucap Agung Ananta yang dikonfirmasi via telepon selulernya, Jumat (2/11).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyebutkan, bocah yang menjadi korban tindak kekerasan dalam video yang viral di Medos, diduga melakukan pencurian ayam. Meskipun demikian, tindakan para pelaku yang main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan.

Oleh sebab itu, setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi serta melihat video aksi kekerasan tersebut, Polres Mimika langsung mencari lima orang yang diduga melakukan tindak kekerasan.

“Kelima pelaku telah diamankan di Mapolres Mimika untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Sementara yang menyebarkan vidio sedang dikejar,” ucap Kamal.

Kasus kekerasan terhadap anak ini menurut Kamal masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Mimika.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak membuat postingan yang bersifat provokatif dan tidak menyebarkan video  terkait kasus tersebut. Sebab pelakunya saat ini sudah diamankan di Mapolres Mimika untuk selanjutnya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tentu kami sangat menyayangkan tindakan tersebut, sehingga kasus ini kita selesaikan dengan proses hukum agar membuat jera para pelaku,” tegasnya.

Kelima pelaku menurut Kamal akan dijerat Undan-Undang Perlindungan Anak Jo Pasal 170 KUHP. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *