Selama Operasi Pekat, 15 Pelaku dan 30 Motor Diamankan

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon bersama pejabat di jajaran Polres Jayapura dan Polsek saat menunjukkan barang bukti bersama dengan para tersangka yang berhasil diamankan selama operasi pekat di Obhe Reay May Polres Jayapura, Kamis (1/11). (FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI- Selama operasi Pekat Matoa 2018 pada Oktober 2018 lalu, anggota kepolisian yang tergabung dalam Tim Cycloop, Tim Cakra dan Tim Paniki Polres Jayapura berhasil mengamankan 15 pelaku berbagai kasus seperti Curanmor, narkoba dan Miras oplosan. Tidak hanya itu, Polres Jayaura juga berhasil mengamankan kurang lebih 30 motor yang merupakan hasil Curanmor. Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Selama kurang lebih dua minggu operasi Pekat Matoa, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dan pelaku kejahatan. “Untuk Curanmor ada 30 motor. 16 diantaranya ada laporan polisinya, sedangkan 14 lainnya masih dalam proses penyelidikan. Sedangkan untuk pelaku Curanmor 4 orang, dua penadah dan dua pelaku Curanmor,” ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di Obhe Reay May Polres Jayapura, Kamis (1/11).

Untuk Narkotika ada 4 kasus, penjual Miras oplosan 2 kasus dan narkoba jenis ganja 2 kasus. Untuk barang bukti (BB) ganja sendiri kurang lebih 90 gram. “Ada juga kasus penyakit masyarakat berupa perjudian 2 kasus yang kita ungkap,” tambahnya.

   Tidak hanya itu, selama operasi pekat, menurut Victor sudah ada beberapa tersangka yang dikirimkan ke Polres Keerom dan Polresta Kota Jayapura, mengingat laporan polisi berada di dua Polres tersebut, sehingga pelaku dan barang bukti (BB) langsung diserahkan ke sana.

Victor menyatakan, untuk kasus Curanmor ini sendiri pihaknya mengenakan dua pasal yaitu Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan Pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun. Sementara narkotika dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

   “Kami minta kepada masyarakat agar selalu membawa surat-surat, karena kasus yang kita tangani saat ini banyak mereka yang membeli dengan harga yang murah, tapi tanpa surat-surat. Oleh karena itu, kepada pengguna kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen kepemilikan akan kita kenakan pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian,” bebernya.(bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *