Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum Security  Dituntut 10 Tahun 

Terdakwa Max ketika dikawal Polisi sesuai menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Merauke, Rabu (31/10). Atas perbuatannya, terdakwa  dituntut selama 10 tahun penjara.(FOTO : Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE-   Dinyatakan terbukti melakukan persetubuhan  terhadap  anak di bawah umur, seorang Security  di Merauke  bernama Max RU (50)  dituntut selama 10 tahun penjara denda  Rp 300 juta subsidair selama 6 bulan kurangan  oleh Jaksa  Penuntut  Umum (JPU) Leily Sriwidianti, SH dalam sidang lanjutan   dengan agenda pembacaan tuntutan,  Rabu (31/10).

     Oleh Jaksa Penuntut Umum,  terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah   melakukan tindak pidana  sebagaimana diatur dalam pasal 82 (ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PP Nomor 1 tahun 2016 Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun  2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan JPU.    Atas  tuntutan  ini, Penasihat Hukum terdakwa akan mengajukan pledoi atau pembelaan.

  Kasus   persetubuhan   ini dilakukan terdakwa di rumahnya secara berulang di tahun 2016, 2017 dan tahun 2018.  Bermula di tahun 2016, saat terdakwa mengambil    korban  di rumahnya lalu membawanya  ke rumahnya. Saat  malam ketika  istri dari   terdakwa sudah  tidur, terdakwa kemudian menyetubuhi   korban. Peristiwa ini terus berulang hingga  perbuatan bejat terdakwa tersebut  terbongkar  pihak keluarga korban dan langsung melaporkannya  ke Polisi. (ulo/tri) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *