Pohon Pisang Raksasa Ditemukan

Pohon Pisang Raksasa bernama ilmiah Musa Ingens dengan tinggi batang pohonnya bisa mencapai 25 meter, ditemukan di Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat.( FOTO : Unipa for Cepos)

Tumbuh di Pegunungan Arfak, Sementara Dianggap Terbesar di Dunia

JAYAPURA- Infomasi adanya pohon pisang berukuran super besar di Pedalaman Papua yang dalam sepekan belakangan ini beredar luas di media sosial. Saking besarnya, pohon pisang ini, disebutkan bahwa pohon pisang tersebut sebagai yang terbesar di dunia itu ternyata benar adanya.

Pohon Pisang berukuran super besar ini ditemukan daratan ketinggian Pegunungan Arfak- Manokwari – Papua Barat.

Dosen Botani Jurusan Biologi FMIPA Unipa Manokwari Ir, Maria J. Sadsoeitoeboen, M.Si kepada Cenderawasih Pos mengatakan,   tumbuhan ini memiliki tinggi batang 15 hingga 25 meter dan memiki diameter batang kurang lebih 2 meter. “ Diameter pohon pisang raksasa ini setara dengan keliling pelukan dua orang dewasa yang melingkar,” ujarnya.

Pisang raksasa atau Wid Binput atau Giant Banana Papua ini memiliki nama ilmiah yaitu Musa Ingens, sedangkan masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Weyya

Daun pisang pisang itu sendiri  memiliki panjang kira-kira 5 meter dengan lebar daun lebih dari 1 meter. Pohon pisang Musa Ingens ini sekali berbuah dalam satu pohon bisa berbobot mencapai  30kg- 60 kg.

Dengan ukuran sedemikian itu, untuk sementara, hingga kini dapat dikatakan pohon pisang tersebut sebagai yang terbesar didunia.

Dosen Batani Unipa Ir Maria menjelaskan, dari pantauan langsung ke Pegunungan Arfak, tepatnya di daerah Wokwan dan Wabri,  pihaknya menemukan beberapa pohon pisang raksasa tumbuh berkelompok. Satu kelompok 2 -3 batang pohon. “ Pisang ini tumbuh liar, batang pohon dan daunnya  saja yang besar, sedangkan buahnya tidak besar sekali,” terangnya.

Buah pisang ini tidak dikonsumsi masyarakat, sebagaimana buah pisang lainnya. Penyebabnya, karena terdapat banyak biji dalam buah pisangnya.

Menurut Maria,  karena hanya terdapat di Arfak, maka Pohon pisang ini termasuk tumbuhan endemik Papua. “ Ada info, pohon pisang jenis dan ukuran serupa ada di Fakfak, tetapi kami belum melihat kesana, apakah benar atau hanya cerita saja,” terangnya.

Dijelaskan, meskipun buah dari pohon pisang raksasa ini tidak dikonsumis, namun pelepah pisang dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama air pelepah dapat diminum untuk obat menurunkan panas dalam.

Giant Banana Papua atau Musa Ingens  pertama kali ditemukan di datarang tinggi Papua oleh Jeff Daniells pada tahun 1989. Tumbuhan raksasa ini hidup di dataran tinggi 1200-1475 meter diatas permukaan laut.

“ Sebagai tumbuhan endemik Papua, tumbuhan unik ini perlu dijaga, dan dilesatarikan agar tidak sampai punah, sebab jika sampai punah, yang tinggal hanya cerita saja bahwa pernah ada pohon pisang terbesar di dunia di Papua, “ harapnya.

Selain itu, keberadaan pohon pisang raksasa ini penting untuk dunia ilmu pengetahuan, dimana tentu ada penelitian-penelitian lebih lanjut dengan jenis pisang yang langka ini.  Keberadaan pohon pisang ini juga bisa menjadi sumbangan bagi penembangan ilmu pengetahuan botani maupun bilogi.

Dikatakan, di Arfak, ada juga jenis pisang tongka langit. Salah satu jenis pisang yang sisir buah dan jantung pisannya menghadap ke langit. Nama pisang tongka langit juga dikenal juga di Ambon dengan bentuk serupa, namun apakah jenis pisang di Arfak-Manokwari sama dengan jenis pisang di Ambon, perlu penelitian lebih jauh lagi. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *