Nekat Habisi Korban Karena Sakit Hati

PELAKU PEMBUNUHAN: Salah seorang pelaku pembunuhan terhadap M. Sauri di Kali Acai, Jumat (26/10) malam lalu, saat dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Abepura, Senin (29/10).( foto : Hans/Cepos)

JAYAPURA-Tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap M. Sauri (45) warga Kali Acai yaitu RS alias Ri (18), MS (22) dan MR alias Ry (16) sudah diamankan di ruang tahanan Mapolsek Abepura.

Jumat (26/10) malam lalu, ketiga pelaku nekat menghabisi korban yang sehari-hari menjual Cilok karena sakit hati.

Kapolres Jayapura Kota melalui Panit Opsnal Unit Reskrim Polsek Abepura, Ipda Jetny L. Sohilait, SH., menyebutkan, ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

“Pelaku nekat menghabisi korban karena sakit atau dendam. Salah seorang pelaku berinisial RS alias Ri mengaku sakit hati karena diganggu korban. Ia kemudian menceritakan hal ini kepada kedua saudaranya MS dan MR. Ketiganya kemudian menghabisi korban,” ungkap Jetny Sohilait kepada wartawan di Mapolsek Abepura, Senin (29/10).

Dari hasil penyelidikan, tersangka menurut Jetny Sohilait membawa dua pisau dapur dari rumahnya untuk menghabisi korban. Selain menikam korban dengan pisau, tersangka juga membacok korban dengan celurit yang dibawa korban.

“Setelah korban terjatuh karena ditikam, tersangka melihat celurit yang dibawa korban kemudian mengambil dan dipakai untuk melukai korban hingga tewas di TKP,” bebernya.

Disinggung soal salah seorang tersangka yaitu Ry yang masih di bawah umur, Jetny Sohilait menyebutkan bahwa penanganan terhadap tersangka yang masih di bawah umur nantinya akan dipisahkan dengan dua tersangka lainnya.

“Kami tetap lakukan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk tersangka di bawah umur, kami akan pakai Undang-Undang Perlindungan Anak yang nanti berkasnya dipercepat dan tersendiri,” tambahnya.

Terkait kejadian ini, Jetny Sohilait mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras. Sebab orang di bawah pengaruh Miras sangat rawan melakukan tindak kriminal seperti yang dialami tiga tersangka yang diduga dipengaruhi Miras saat menghabisi korban.

Disinggung tentang adanya warga yang kena tikam oleh tersangka, Jetny Sohilait mengakui ada satu orang saksi yang ditikam di bagian pinggang saat berusaha melerai kejadian yang terjadi di depan salah satu salon di Kali Acai.

“Saksi sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan sudah dipulangkan ke rumah,” tambahnya. (ans/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *