5324 Perempuan Ditemukan Kawin di Bawah Umur

SENTANI- Dinas Pengendalian dan Keluarga Berencana (KB) merilis ada sekitar 5324 perempuan di Kabupaten Jayapura yang ditemukan kawin di bawah umur yaitu kawin di bawah usia 15-19 tahun.

“Kalau kawin di bawah umur, maka dia rawan terhadap kasus perceraian, kesehatan ibu dan anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Jayapura, Derek. T Wouw kepada wartawan, saat ditemui di Balai Pertanian Provinsi Papua di Kampung Yahim, Distrik Sentani, Senin (29/10).

Dikatakan rawan, karena menurut Derek, mereka ini masih dikategorikan anak-anak, sehingga belum dinyatakan siap untuk menjalin dan membangun rumah tangga sebagai satu keluarga.

“Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB terus melakukan sosialisasi dan pemahaman, sehingga dapat menekan angka perkawinan di bawah umur,” ucapnya.

Derek menjelaskan, pihaknya pernah melakukan survei kepada 50 orang dan ada satu pertanyaan yaitu apakah anda pernah melakukan hubung seks?, hasilnya hampir 70% pernah melakukan hubungan seks. Oleh karena itu, kalau ini berulang kali dilakukan, maka bisa berdampak pada kecelakaan dan dapat menyebabkan perkawinan dini.

“Persoalan sekarang apakah dia kawin sesuai dengan pasangan yang diinginkan, kalau ini tidak, maka sangat berpotensi terjadinya perceraian dan KDRT,” jelasnya.

Dia menyatakan, jika perwakinan model begini, maka sebagian besar yang akan menjadi korban adalah perempuan dan anak. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi guna mengurangi angka perkawinan dini di Kabupaten Jayapura. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *