Perangi Narkoba, Granat Minta Pemprov Rp 1 M

JAYAPURA- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., secara khusus meminta Pemerintah Provinsi Papua untuk dapat mengalokasikan Rp 1 miliar dari APBD 2019 guna menunjang kinerja Granat Papua.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Deklarasi Pemuda Anti Narkoba, yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan berprestasi dalam menuju Papua bebas Narkoba, Sabtu (28/10).

“Saya ingin sampaikan supaya dalam penyusunan APBD 2019, dana Granat bisa diberikan Rp 1 miliar. Demikian, kita bisa bekerja di 28 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua, bersama dengan mitra-mitra kerja Granat, seperti halnya Ditres Narkoba Polda Papua dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, dalam mewarisi generasi muda Papua kedepannya,” ungkap Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya, Sabtu (28/10) lalu.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen, SIP, MKP., menyebutkan bahwa hal tersebut akan kemudian disampaikan dengan membawa persyaratan resmi kepada Gubernur Papua beserta rincian program kerjanya.

“Nantipun ada tim yang akan mengkajinya. Namun, pada dasarnya, seluruh wadah yang mendapat hibah dari Pemerintah Provinsi Papua tentunya mendapat perhatian serius dari pada Gubernur Papua, termasuk bagaimana Granat Papua dapat memerangi Narkoba dan menyelamatkan generasi muda Papua,” sebut Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen, SIP, MKP.

Sekda Dosinaen menambahkan pula bahwa selain Granat Papua, seluruh stakeholder pun harus memiliki komitmen untuk memerangi Narkoba di Papua. Demikian, berbagai titik rawan di Papua, seperti halnya di bandara, pelabuhan laut, perbatasan, secara khusus di pintu-pintu masuk-keluar di Kabupaten Boven Digoel, Pegunungan Bintang, serta Merauke dan Kota Jayapura perlu dijadikan perhatian serius.

“Ini harus menjadi perhatian khusus nan serius oleh kita semua. Jadi, bukan Granat saja sebagai wadah yang memerangi Narkoba. Sebaliknya, semua stakeholder, termasuk seluruh lapisan masyarakat harus ikut ambil bagian, berperan memerangi Narkoba di Bumi Cenderawasih,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut ada 4 poin yang disebutkan bahwa, poin pertama mendukung segenap upaya pemerintah dan instansi terkait guna pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba di Papua, kedua, membangkitkan semangat anti Narkoba di seluruh lingkungan pendidikan pemerintah, swasta dan sosial masyarakat, ketiga, mendukung secara aktif upaya menciptakan generasi Papua yang sehat, kreatif, inovatif dan berprestasi tanpa Narkoba, keempat, membangun kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat untuk bersatu melawan penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba di Papua.(gr/dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *