Lakukan Illegal Logging, Fishing dan Mining, Berhadapan dengan Interpol

Gratianus Silas/Cepos
Lukas Enembe, SIP, MH

JAYAPURA- Komitmen Provinsi Papua dalam menjaga hutannya memang tidak main-main. Selain sinergitas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rencana aksi yang dilakukannya, Pemprov sudah menggandeng International Criminal Police Organization (Interpol).

“Kami sudah melakukan kerja sama dengan Interpol. Jadi kalau ada temuan, dalam hal ini kedapatan oknum-oknum tertentu melakukan aksi illegal logging, illegal fishing, dan illegal mining, maka tidak main-main, sebab akan ditindak langsung Interpol,” ungkap Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Jumat (27/10) lalu.

Seperti diketahui, Pemprov, di sisi lain selama beberapa tahun ini telah menggandeng KPK untuk mendorong rencana aksi yang bertujuan memberikan proteksi terhadap sumber daya bidang kehutanan dan pertambangan di Papua.

“Saya pikir, KPK sudah melaksanakan tugasnya di bidang mining, juga kehutanan, agar jangan sampai terjadi korupsi di sektor ini,” tambahnya.

Sementara, dari sisi tata kelola hutan, sebagai sumber pendapatan masyarakat, Enembe mengakui bahwa bicara hutan, bukan semata-mata bicara pohon-pohon saja. Sebaliknya, segala kandungan yang terdapat dalam hutan tersebut bisa dikelola untuk dijadikan sumber pendapatan.

“Hutan memberikan kehidupan. Hutan ini bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, kami dorong bagaimana hutan ini berguna bagi orang Papua,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *