Komunitas Tuli Sampaikan Selamat Sumpah Pemuda

Gamel Cepos
BAHASA ISYARAT – Puluhan anggota Komunitas Tuli Jayapura (KTJ) bersama Forum Komunitas Jayapura mengibarkan bendera merah putih di ketinggian bukit di Pasir VI Jayapura, Sabtu (28/10) lalu.

JAYAPURA  Kendati memiliki kekurangan karena tak bisa mendengar sempurna, Komunitas Tuli Jayapura (KTJ) ternyata mampu berbuat lebih. Moment hari sumpah pemuda pada Sabtu (28/10) kemarin diucapkan secara bersama-sama menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Penyampaian ini semakin menarik karena dilakukan di puncak bukit di Pasir VI dengan lebih dulu melakukan kirab merah putih. Dengan jumlah gabungan anggota komunitas yang hampir 50 orang, para peserta harus terlebih dahulu menaiki lereng bukit dan berpanas panasan.

Kendati demikian penyampaian ucapan selamat hari sumpah pemuda ini bisa dilakukan dengan lancar. “Ini sebuah cerita menarik bagi kami. Kami sengaja mengundang teman-teman komunitas termasuk komunitas tuli dan mereka sangat aktif untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Ketua Forum Komunitas Jayapura, Fredy Edy disela-sela kegiatan. Sebelumnya puluhan anggota komunitas tuli ini belajar dan memperagakan kepada anggotanya termasuk kepada anggota komunitas lainnya untuk sama-sama belajar Bisindo.

“Hasilnya tak mengecewakan karena teman-teman mampu mengikuti. Awalnya kami sempat bingung karena sulit menghafal tapi mereka (KTJ) mau berbagi hingga kami bisa mengikuti meski masih saling lirik-lirik,” katanya. Fredy menyebut meski ada kekurangan namun KTJ mau berbuat lebih bahkan melakuan yang mungkin tidak dilakukan manusia normal lainnya. “Dan ini yang pertama kalinya. Mereka mencatat sejarah dan kami harus mengatakan ini dimana mungkin banyak yang lupa ini hari sumpah pemuda dan mau melakukan sebuah aktifitas bersama tapi mereka mau berbaur,” imbuhnya.

Pendamping KTJ, Dewi menyampaikan bahwa KTJ sebenarnya sangat mengukai kegiatan yang positif, hanya selama ini belum banyak yang menggandeng. “Kami coba mengajak teman-teman berinteraksi  dengan komunitas lain dan mereka menyukai itu. Kami senang karena ternyata kegiatannya menyenangkan,” singkat Dewi. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *