Dana Kampung “KJ”, Warga Palang Sekolah

SERUI – Masyarakat Warironi Distrik Teluk Ampimoi melakukan aksi pemalangan. Pemalangan disebabkan penggunaan dana Kampung sejak tahun 2015 sampai sekarang kurang jelas alias “KJ” penggunaanya.

   Hal itu terungkap pada saat dilakukan pertemuan warga Warironi, yakni  Arius Taran dan Elimus Arobaya dengan Wakapolres Kepulauan Yapen beserta tim dari Polres yang turun ke lokasi pemalangan pekan kemarin.

  “Alasan pemalangan dilakukan karena dana kampung Warironi dari tahun 2015 hingga saat ini tidak jelas peruntukannya yang dikelola oleh Kepala Kampung dan perangkat kampung Warironi,” kata warga.

   Sedangkan bangunan SMP Warironi dipalang dengan alasan para guru jarang masuk mengajar. Sehingga warga meminta Kepala Distrik Teluk Ampimoi ada perhatian ke Kampung Warironi.

Warga juga menuntut agar Kepala Kampung Warironi, Yakonias Aiboi harus diberhentikan dan diganti.  Disamping itu, Kampung Warironi harus dimekarkan.

Tuntutan lainnya, Kepala Distrik Teluk Ampimoi harus melihat persoalan yg terjadi di Kampung Warironi, Kejaksaan dan pihak Kepolisian harus mengungkap indikasi dugaan korupsi / penggelapan dana desa yg terjadi di Kampung Warironi.

  Terkait permintaan dan tuntutan warga Warironi, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Yapen, Iptu. Handry Bawiling, menyarankan agar masyarakat Kampung Warironi  membuat Laporan Pengaduan dugaan penyalahgunaan dana kampung Warironi dari tahun 2015 hingga saat ini sebagai dasar untuk melakukan proses hukum.

    Usai mendengar penjelasan tersebut, masyarakat Kampung Warironi Distrik Teluk Ampimoi merasa puas dan siap memberikan keterangan kepada penyidik Sat. Reskrim Polres Kepulauan Yapen serta bersedia melepaskan kayu palang di bangunan SMP Negeri Warironi dan membersihkan palang jalan Trans Yapen di Kampung Warironi.

   Secara terpisah, Kapolres Kepulauan  Yapen AKBP Penri Erison, S.Pd.,MM mengatakan setelah mendengar informasi dari warga sebelumnya, ia langsung memerintahkan Wakapolres dan Kasat Reskrim untuk menuju lokasi di kampung Warironi  mengingat aksi penutupan jalan  dan pemalangan sekolah akan berdampak luas. (rin/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *