Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan, OJK Lakukan Edukasi ke Masyarakat

Suasana pengenalan jasa-jasa keuangan yang dilakuakn BNI kepada masyarakat melalui agent Terapung BNI di Pelabuhan Jayapura, beberapa waktu lalu.(FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Mengingat inklusi dan literasi keuangan di Papua secara nasional masih rendah, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi kepada masyarakat di Papua.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu mengatakan, berdasarkan hasil survey tahun 2016 lalu, perkembangan inklusi dan literasi keuangan di Papua masih tergolong rendah se-Indonesia yaitu untuk literasi keuangan di Papua masih di angka 22 persen, sedangkan inklusi keuangan di Papua masih di angka 61,45 persen.

Dirinya berharap, dalam dua tahun terakhir ini ada peningkatan baik literasi maupun inklusi keuangan di Papua. Hal ini tentunya juga didukung dengan berbagai kegiatan sosialisasi, edukasi yang pihaknya lakukan dengan melibatkan berbagai perbankan dan penyedia jasa keuangan lainnya yang ada di Papua.

“Dalam dua tahun ini, jika dilakukan survey untuk tahun 2019, maka angka-angka yang tercatat di tahun 2016 sudah meningkat kearah yang lebih baik, yang mana sesuai dengan standar rata-rata nasional yang diharapkan yaitu, untuk inklusi keuangan di angka 67 persen dan literasi di angka 29,66 persen,” ungkap Misran kepada Cenderawasih Pos, Kamis (25/10) kemarin.

Lanjut Misran, jika dilihat dari data survey tahun 2016 lalu, Papua masih di bawah rata-rata nasional yaitu dari 34 Provinsi di Indonesia, Papua menduduki urutan ke 32 untuk literasi keuangan, sedangkan untuk inklusi keuangan diurutan 30.

Menurutnya, dengan berbagai sosialisasi dan edukasi yang gencar pihaknya lakukan untuk seluruh lapisan masyarakat di Papua, pihaknya pastikan sudah ada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap literasi dan inklusi keuangan.

“Yang menjadi kendala bagi kami dalam melakukan eduaksi di Papua, selain wilayahnya yang terbagi di pesisir pantai dan pegunungan. Pada umumnya untuk Wilayah Papua yang berada di pesisir pantai kami masih mudah untuk menjangkau, tetapi untuk wilayah di pegunungan yang masih menjadi kendala bagi kami,” terangnya.

Selain letak geografis, pihaknya juga masih memperhatikan faktor keamanan di wilayah Pegunungan Tengan di Papua. Hal inilah yang membuat pihaknya dalam melakukan sosialisasi maupun edukasi di daerah pegunungan selalu mempertimbangkan aspek keamanan. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *