Pemerintah Tertibkan Pedagang di Pasar  Aroro Irono

SERUI – Untuk memastikan  124 pedagang menempati Los A di Pasar Aroro Iroro , Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah melalui Bidang Pengelolaan Pasar melakukan pertemuan dengan para pedagang di Kantor Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi, Selasa (23/10) kemarin.

Pertemuan dalam rangka penertiban pasar ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Abdul Hakim, SE dan para pedagang dipimpin Lot Imbiri, SE.

  ‘’ Penertiban pedagang di kawasan Los A karena kontrak para pedagang dengan pemerintah sudah mau habis. Sehingga, pihaknya jauh-jauh hari sudah mendata ke lapangan siapa-siapa saja pemilik kontrak. Namun data di lapangan ditemukan, pemilik kontrak di Los A, satu nama bisa memiliki lebih dari 2 los. Ini tidak dibenarkan, karena itu kami lakukan penertiban,” katanya.

Menyangkut mereka yang menguasai 3 los petak di los A, tegas Imbiri, pihaknya siap memberikan tindakan. “Nanti kami akan ambil tindakan tegas bagi mereka yang memiliki 3 sampai 4 los,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Abdul Hakim sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar menegaskan bahwa telah terjadi transaksi jual beli sesama pedagang sendiri. Padahal, tegas Hakim, bahwa los dikontrak pedagang sebesar Rp 350.000/bulan sesuai isi kontrak. Tetapi dalam perjalanannya, pemilik si A menjual kepada si B tanpa koordinasi dengan pemerintah yang membidanginya.

Padahal sudah jelas dan dicantumkan dalam persyaratan kontrak. Oleh karena itu, penertiban ini dilakukan.  Sedangkan penertiban Los B, lanjut Hakim setelah masa kontrak habis sekitar bulan Maret tahun 2019, maka 112 pedagang Los B akan ditertibkan ulang.

Sementara itu  Amirudin salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa dirinya sudah satu minggu tidak berjualan akibat imbas dari penertiban pasar. Ia mengaku bahwa los yang ia miliki dibeli dari tangan ke tangan dengan kontrak Rp 10 juta/tahun ia harus bayar kepada pedagang yang menjual kepadanya. “Beberapa tahun saya sudah jalani, tanpa ada masalah. Baru musim kontrak tahun ini saya mendapat masalah,” akunya.(rin/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *