Otsus Hadir Saat Masyarakat Papua Belum Siap

Seminar pembangunan ekonomi Papua yang berkelanjutan pasca otonomi khusus dalam menyambut Dies Natalis ke 25 fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Cendrawasih di Gedung Fakultas Ekonomi dan bisnis Uncen, Kamis, (25/10) kemarin.

Otsus Perlu Ditambah 25 Tahun Lagi

JAYAPURA – Penggunaan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) sejak 2001 hingga kini belum memberikan dampak yang signifikan bagi Orang Asli Papua (OAP) karena masyarakat belum siap mengelolanya maka perlu ada penambahan 25 tahun kedepan.

Hal ini terungkap pada acara seminar pembangunan ekonomi Papua yang berkelanjutan pasca otonomi khusus dalam menyambut Dies Natalis ke 25 fakultas ekonomi dan bisnis Uncen.   

Gubernur Papua melalui Plt Asisten II Noak Kapisa menyampaikan hingga kini  dalam penerapan otonomi khusus sejak 2001 hingga sekarang papua belum ada masterplan disain ekonomi Papua yang pasti, maka hal ini yang sedang dipikirkan Gubernur Papua.

“Belum ada dokumen perencanaan terkait ekonomi papua, maka kita bisa tidak menyiapkan grand desian ekonomi papua  dan mau dibawa kemana?  kita tidak menyiapkan ini kita terlalu sibuk dengan Politik, maka hal ini menjadi fokus Gubernur  Lukas Enembe dalam RPJM kita, dalam mendukung pembangunan ekonomi di wilayah -wilayah adat berdasarkan potensi kita, kita masih memiliki waktu memperbaiki model ekonomi kita di Papua,” tegasnya di Aula Fakultas Uncen Kampus Baru Perumnas III Waena,  Kamis, (25/10) kemarin.

Sementara itu selaku pelaku, perancang dan pemikir hingga terbentuknya otonomi khusus  Papua Fery Kareth mengungkapkan Otsus lahir karena pertama ada disintegrasi bangsa, pelanggaran HAM, kesenjangan ekonomi, MPR telah memutuskan melaksanakan Otsus dan  dirancang dengan satu provinsi.

“Maka sejauh ini apakah otsus telah memberikan manfaat bagi orang Papua atau tidak dalam menyelesaikan disintegrasi dan pelanggaran HAM serta kesenjangan ekonomi hal ini tidak terjadi?  Sehingga sekarang ini  yang dipikirkan masyarakat setelah Otsus adalah Refrendum, maka perlu diberikan 25 tahun Otsus diberlakukan, juga perlu dilakukan amandemen terkait otsus,” paparnya

Ia juga mengatakan dengan adanya pemekaran provinsi Papua menjadi 2 dan adanya isu untuk dibagi beberapa wilayah tetap tidak akan merubah otsus yang harus dikelola secara 1 yaitu Papua. “Karena jika ada banyak Provinsi di Papua dimekarkan, maka dengan ada otsus bisa mempersatukan semua provinsi dan ini menjadi perekat di Papua dalam persatuan,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom mengungkapkan bahwa selama berjalannya otsus di Papua tidak bisa dikatakan gagal karena otsus hadir disaat masyarakat Papua belum siap.

“Masyarakat Papua belum siap baru otsus ini masuk, sehingga kadang dana kita kelola tetapi dalam pelaksanaannya tidak maksimal, karena masyarakat belum siap, begitu juga dengan dana desa yang dikucurkan ke Papua tetapi aparat kampung tidak siap sehingga banyak disalahgunakan,” katanya.   

Sementara Bupati Jayapura Mathius Awoitauw juga mengungkapkan bahwa dalam penggunaan dana otsus Kabupaten Jayapura berusaha mengembangkan pengelolaan kampung adat yang mengajak masyarakat untuk kembali mengelola sumber daya alam yang ada di kampung Jalan Peningkatan ekonomi keluarga dan kampung bahkan kabupaten hingga berdampak luas.

Rektor Universitas Cendrawasih Dr Ir Apolo Safanpo, ST, MT mengungkapkan bahwa pihaknya harus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, kualitas tinggi kualifikasi yang tinggi. “Karena kita sudah memasuki revolusi industri ke 4 dimana kita sedang masuk dalam era digital dan orang bisa survive itu karena dua hal saja. pertama orang bisa hidup karena memiliki sumber daya alam yang kedua orang bisa bertahan hidup karena memiliki kompetensi,” katanya.

Menurutnya lagi, proteksi tidak akan efektif sehingga yang bisa kita lakukan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah kompetensi supaya generasi kita mampu bertahan hidup dan bersaing dengan siapa saja yang akan datang.

Sekertaris Panitia Dies Natalis Fakultas Uncen Ke – 25. Daniel Dawan SE MM mengatakan  dalam rangka dies akan diisi dengan berbagai macam kegiatan dari tanggal 25 sampai 27 Oktober seperti lomba futsal, Yospan modern, kewirausahaan, dan fotografi.(oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *