Smansa dan SMA Asisi Sentani Kawinkan Gelar DBL dan IBB

Pemain Basket SMAN 1 Jayapura saat melakukan selebrasi kemenangan usai dinobatkan sebagai juara satu pada turnamen IBB kategori pelajar putra yang berlangsung di GOR Waringin, Kotaraja, Sabtu (20/10) malam.(FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA-Tim basket putra SMAN 1 Jayapura sukses menyabet gelar juara satu pada turnamen Invstasi Bola Basket (IBB) XXI Tahun 2018 setelah di partai final berhasil mengalahkan tim basket SMA Teruna Bhakti Waena dengan skor 58-47 di GOR Waringin, Kotaraja, Sabtu (20/10) malam.

Keberhasilan Smansa Jayapura menjuarai IBB XXI menyempurnahkan gelar mereka tahun ini. Smansa Jayapura sukses mengawinkan gelar juara IBB XXI dengan DBL 2018.

Sementara untuk kategori putri, SMA Asisi Sentani juga sukses mengawinkan gelar juara DBL 2018 dan IBB XXI. Di partai final, tim basket putri SMA Asisi Sentani berhasil mengalahkan tim basket SMA YPPK Teruna Bhakti dengan skor 69-39.

Pelatih tim basket putra Smansa Jayapura, Hendrik Deda mengatakan, pencapaian mereka dalam mengawinkan gejar juara DBL 2018 dan IBB XXI berkat latihan selama satu tahun belakangan ini.

“Puji Tuhan, kemenangan ini adalah hasil dari latihan rutin adik-adik selama setahun, kami latihan setahun untuk persiapan menyambut DBL dan IBB,”ungkap Hendrik kepada Cenderawasih Pos usai pertandingan.

Hendrik juga memberikan apresiasi kepada tim basket SMA Teruna Bhakti yang sudah bermain sangat baik di final. Hendrik mengakui jika lawan mereka sempat merepotkan pada kuarter akhir.

“Kami sangat senang dengan lawan kami, mereka sudah bermain sangat baik, hingga mereka berhasil menahan kami di kuarter ke-4, hinga 2 menit terakhir baru kami bisa menghasilkan poin, ini menjadi pelajaran buat saya dan tim untuk tahun yang akan datang,” terangnya.

Sementara itu, pelatih tim basket putri SMA Asisi Sentani Gabriel Mara juga mengatakan hal yang sama. Diungkapkan, pencapaian SMA Asisi Sentani yang sukses mengawinkan gelar juara tahun ini tidak lepas dari kerja keras dan latihan para pemainnya.

“Sejak SMP mereka sudah latihan, dan tahun ini mereka buktikan jeri payah mereka, puji Tuhan bisa mengawinkan gelar juara DBL 2018 dan IBB XXI 2018, ini sangat luar biasa,” ujar Gabriel.

Gabriel menambahkan, keberhasilan mereka menagatasi lawan-lawannya, termasuk SMA Teruna Bhakti di final karena mereka bermain tanpa beban. Gabriel mengakui jika mereka dari awal tidak muluk-muluk untuk mematok juara.

“Pemain bermain lepas, tidak di bawah tekanan. Ini yang membuat permainan anak-anak berkembang dan menjalankan instruksi dengan baik,”pungkasnya.(eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *