Masyarakat Diminta Cerdas Sikapi Isu Politik 2019

Gamel /cepos
Benhur Tomu Mano

JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM meminta agar publik di Kota Jayapura lebih cerdas dalam mensikapi kondisi sosial politik di Jayapura terutama jelang Pilkada Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden 2019 nanti. Pasalnya meski momen puncaknya akan dilakukan tahun depan namun sejak dini sudah banyak informasi yang beredar di media sosial terkait calon yang akan maju.

Ia meminta jangan karena politik akhirnya terjadi perpecahan apalagi banyak informasi yang dibuang ke public belum bisa diuji 100 persen kebenarannya.

“Bahkan terlihat hoax, banyak informasi yang beredar saat ini yang belum bisa dipertanggungjawabkan sehingga saya meminta kepada masyarakat untuk lebih cerdas mensikapi ini,” kata Tomi Mano dalam penyampaiannya pada pengambilan sumpah janji jabatan 8 anggota DPRD Kota yang baru di ruang sidang DPRD Kota Jayapura, Jumat (19/10).

Dikatakan saat ini konstalasi politik jelang Pilpres dan Pileg harus disikapi dengan bijak sebab banyak informasi yang sengaja digulirkan untuk memprovokasi. Tujuannya adalah mengangkat satu sosok dan menjatuhkan sosok lain. Tomi Mano meminta semua bisa menciptakan situasi yang kondusif di Jayapura.

Apalagi persoalan keamanan bukan menjadi tanggungjawab aparat keamanan semata menjadi tangungjawab semua elemen masyarakat. Jangan lagi hanya karena berbeda pilihan akhirnya terjadi perpecahan. Perpecahan di dalam keluarga maupun pertemanan dan lingkungan.

Ini yang menurut Tomi Mano salah sebab politik ada masa dan waktunya sedangkan kekerabatan, persahabatan tidak ada batasnya.

Selain itu, Tomi Mano juga meminta agar semua partai peserta Pemilu bisa mengikuti kompetisi ini secara sehat sesuai mekanisme dan aturan yang diatur sehingga Pilpres, Pileg bisa dilaksnaakan sukses, aman dan lancar dan menghasilkan presiden dan wakil presiden serta anggota DPR yang amanah.

“Penyelenggara, baik KPU maupun Panwas juga harus menjadi hakim yang adil, bekerja jangan keluar aturan agar tak menimbulkan protes yang akhirnya melahirkan kekisruhan. Saya ingin Kota Jayapura ini tetap aman bukan justru muncul masalah baru,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *