Tanah Longsor, Dua Tahun Pipa Induk Air Bersih Rusak

Deni/Cepos
Kondisi lokasi longsoran di Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya yang menyebabkan pipa induk sumber air bersih di Kabupaten Jayawijaya mati selama dua tahun terakhir.

Pemkab Jayawijaya Berupaya Pindahkan Sumber Air ke Distrik Welesi

WAMENA- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya Max Hattu mengungkapkan bahwa akibat terkena longsoran, pipa utama  sepanjang 300 meter yang mengalirkan air bersih di  daerah Napua rusak sejak dua tahun terakhir ini. Akibatnya, masyarakat tidak bisa menikmati air bersih dari PDAM.

   Menurut Max Hattu, upaya perbaikan   tidak dapat dilakukan karena harus naik gunung, ditambah tekanan air yang telah berkurang. Sekali pun dilakukan alitrasi atau perbaikan,  dipastikan  menghabiskan biaya yang cukup besar untuk membangun instalasi pipa tersebut.

  “Kondisi saat ini air PDAM mati total di Wamena, penyebabnya terjadi longsoran   besar di Napua, sekitar 300 meter hingga memutuskan pipa 8 inci. Pipa sudah rusak parah, bahkan ada yang sudah hanyut terbawa arus air,” ungkap Max Hattu kepada wartawan di Sasana Wio Kantor Bupati, Kamis (18/10).

  Karena  debit air di Napua kini tinggal 12 liter perdetik, maka saat ini Pemkab Jayawijaya  bersama Balai SDA berupaya  memindahkan sumber air baku ke Kampung Wasi Distrik Walesi, dan pekerjaan ini telah berjalan selama dua tahun, namun masih ada permasalahan tentang hak ulayat.

   “Sumber air baku kita pindahkan ke Wasi, tahun pertama dari anggaran Rp 20 Miliar sudah bangun Intake, dan  Pemda juga sudah bayar hak ulayat Rp 1 Miliar,”jelasnya

  Untuk tahun ke dua, kata Max, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 15 Miliar dan telah dibangun fasilitas lain seperti  IPAL yang ada di taman LIPI. Oleh sebab itu Balai SDA meminta kesediaan pemda untuk mengamankan jalur pipa distribusi, mulai dari Wasi masuk ke kota dan lanjut ke LIPI.

  “Pasti pipa besar ini akan banyak melewati lahan pertanian masyarakat, dan mereka (balai SDA) ketakutan karena berulang kali lelang batal dan ribut dengan masyarakat,” bebernya.

   Oleh sebab itu dirinya juga meminta kerjasama masyarakat untuk menyukseskan pekerjaan ini. Sebab, nantinya hasil dari pembangunan sumber air baku Wasi ini akan dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat yang ada di Jayawijaya, karena selama ini tak ada kerjasama.

  “Di satu pihak kita minta mereka bantu, tetapi kita juga yang menghalangi, jadi harus ada kerjasama, baik pemda, maupun masyarakat,” pungkasnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *