Bangun Rumah Sakit   di Lima Wilayah Adat

drg.Aloysius Giyai, MKes (Sulo/Cepos)

Noel/Cepos
drg.Aloysius Giyai, MKes

JAYAPURA – Dimasa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, Pemerintah Provinsi Papua terus berupaya meningkatkan sarana prasarana kesehatan dengan membangun rumah sakit vertikal tipe B di lima wilayah adat di Papua.

  “Untuk wilayah adat, Lapago, Meepago, Saireri, Animha yang kadang terkendala masalah kesehatan sekarang ini sedang digenjot pembangunan dengan rumah sakit berkapasitas besar.”ungkap  Kepala Dinas Kesehatan Provinnsi Papua drg. Aloysius Giyai, MKes

  Menurutnya, pembangunan rumah sakit yang merupakan kerja keras Gubernur Papua, seperti di rumah sakit Nabire yang direncanakan diresmikan presiden tahun ini. Fisik telah selesai, selanjutnya akreditasi.

  Untuk wilayah adat Meepago dengan tipe D dan Kabupaten Biak Kita sudah dilaunching, untuk Wilayah adat Saireri, tinggal melengkapi dan Merauke sedang dibangun. “Mudah-mudahan tahun 2020 pada saat PON bisa dimanfaatkan, sementara Timika tanggal launching untuk Wilayah adat Animha,” kata Alosius Giyai.

  Untuk itu, dirinya berharap masing-masing Pemda yang ada di wilayah adat dapat mendukung setiap   tahapan pembangunan, sehingga dapat berjalan dengan lancar   di wilayah adat  masing-masing.

  “Harus ada keterlibatan pemerintah daerah karena ada beberapa hal  tertentu yang secara aturan tidak bisa dilakukan oleh provinsi dan pusat hanya oleh Kabupaten ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.

  Sementara itu, untuk wilayah Lapago, mantan Direktur RSUD Abepura ini, mengatakan bahwa semua proses administrasi dan masalah lahan telah diselesaikan. “Rumah Sakit vertikal tipe B di Wamena untuk administrasi sudah selesai dan rencana pada bulan November Presiden akan peletakan batu pertama November ini jika tidak ada halangan,” ujar dokter Allo saat di temui di kantornya, Kamis (18/10)

   Dikatakan kapasitas Rumah Sakit vertikal tipe B sekitar 300-400 tempat tidur dan bisa melampaui Rumah Sakit Dok  2 Jayapura. Sebab, rumah sakit ini akan melayani 10 kabupaten di wilayah pegunungan Tengah.

  “Jadi 10 Kabupaten akan membawa pasien yang dirujuk ke rumah sakit ini, karena akan ditangani langsung oleh Kementerian yang akan melengkapi SDM, fasilitas, teknologi  dan alat kedokteran yang merupakan perjuangan panjang dari dari pemerintah provinsi,” ujarnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *