700 Lebih PKL dan Pedagangan Asongan Terdata

Sejumlah pedagang sayur keliling saat mangkal di depan Klinik Hewan Entrop, Kamis (11/10) malam. (FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Sampai saat ini sudah ada sekira 700 lebih Pedagangan Kaki Lima (PKL) dan pedagang asongan yang didata Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Jayapura sejak September lalu.

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi, ST., mengatakan, antusias para PKL dan pedagang asongan di Kota jayapura untuk mendaftarkan diri ke Disperindagkop Kota Jayapura cukup bagus. Untuk itu, dirinya yakin jumlah PKL dan pedagang asongan yang mendaftarkan diri akan terus bertambah.

“Sejak kami membuka pendaftaran sudah ada 700 lebih PKL dan pedagang asongan yang mendaftar. Pedagang yang sudah mendaftar dan terdata ini, nantinya akan diberikan surat keterangan resmi,” ungkap Robert Awi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (12/10).

Selain surat keterangan resmi, PKL dan pedagangan asongan yang sudah terdata menurutnya akan mendapat perlindungan apabila ada oknum-oknum yang melakukan pungutan liar (Pungli) kepada mereka.

Dikatakan, PKL yang didata oleh Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, meliputi pedagang keliling yang menggunakan sarana mobil, sepeda motor, gerobak dorong dan pedagang menetap yang menggunakan fasilitas umum seperti warung tenda penjual nasi kuning, penjual VCD dan DVD, penjual tas, sepatu, pakaian penjual aksesoris, penjual pinang, penjuak roti, penjual minuman ringan dan lainnya.

Dengan adanya pendataan ini, Pemkot Jayapura menurut Robert Awi, bisa lebih mengontrol keberadaan PKL dan asongan, termasuk mendapatkan jaminan kualitas produk yang dipasarkan dan mengetahui perkembangan peningkatan PKL yang ada.
“Dengan pendataan ini tentunya akan ada kontribusi bagi PAD Kota Jayapura dan bisa menghindarkan pedagang dari Pungli,” tambahnya.

   Sementara itu, Yono salah satu penjual bakso keliling yang menggunakan sepeda motor, mengaku mendukung program ini. Hal yang sama juga disampaikan Eko pedagang sayur keliling. Kedua pedagang ini mengaku sudah mendaftar di kantor Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura. “Pendaftarannya gratis dan syaratnya mudah,” ucap Yono dan Eko. (dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *