Tekan Malaria Jelang PON XX

Denny/ Cepos
Kepala Balai Penanggulangan dan Pengendalian AIDS, TB dan Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Beeri Wopari saat memberikan sambutan pada workshop penanggulangan malaria di Hotel Grand Sartika Wamena, Jumat, (12/10).

WAMENA–Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus berupaya menekan kasus malaria di Papua, apalagi akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020. Hal ini perlu dukungan dari pemerintah kabupaten/kota dalam menyikapi permasalahan ini, sebab jangan sampai banyak atlet dari luar yang terkena malaria pada saat pelaksanaan iven 4 tahunan itu.

Kepala Balai Penanggulangan dan Pengendalian AIDS, TB dan Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Beeri Wopari mengatakan, tinggal satu setengah tahun menuju PON 2020 sehingga harus bergerak cepat menurunkan kasus malaria di Papua. Ini merupakan program dari Gubernur Papua yang harus disinergikan dengan Pemkab dan Pemkot se-Papua.

“Harus diwaspadai para peserta atlet maupun official dari luar Papua yang datang, dari daerah yang sudah rendah malarianya sehingga mereka tidak punya sistem daya tahan tubuh yang kuat terhadap malaria,”ungkapnya kepada wartawan di Wamena, Jumat (12/10).

Pencegahan malaria ini harus dilakukan agar para peserta PON tidak terkena malaria ketika di Papua.“Begitu mereka masuk ke Papua untuk PON apalagi ke daerah-daerah atau kabupaten yang malarianya tinggi, maka mereka terancam penularan malaria. Ini sangat tidak baik bagi Papua, karena PON 2020 adalah harga diri bangsa Papua,”jelasnya.

Untuk itu, dinas kesehatan bergerak cepat melakukan pencegahan dan upaya penurunan dengan berencana mendirikan malaria center di wilayah adat yang ada, sehingga ada suatu koordinasi untuk menekan hal ini,

“Kita harus mengumpulkan semua kabupaten-kabupaten yang kasus malarianya masih cukup tinggi, bukan hanya di wilayah Lapago tetapi juga di wilayah Meepago,”kata Beeri.

Meski begitu, ia berharap masing-masing kabupaten dapat membuat pertemuan kecil lintas sektoral, melapor kepada pimpinan daerah masing-masing terkait upaya pengendalian walaupun wilayah Lapago kasus malarianya jauh lebih rendah dibanding empat wilayah adat lainya di Papua.

“ Di Jayawijaya ada beberapa kabupaten yang berdekatan seperti Nduga, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya dan Tolikara serta Yahukimo, ini bisa membuat pertemuan kecil lintas sektoral, bagaimana menekan malaria,”tutur Beeri Wopari.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *