Tingkatkan Kualitas Budaya OAP, Pelatihan Anyaman Lokal Digelar

Suasana pelatihan anyaman lokal yang diikuti Mama-mama OAP di gereja GIDI Bethania, Dekai, 20-21 Agustus 2018 lalu. (FOTO: John Matini for Cepos)

DEKAI-Untuk meningkatkan kualitas budaya Orang Asli Papua (OAP), Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Yahukimo mengadakan pelatihan anyaman lokal bagi mama-mama OAP di gereja GIDI Bethania, Dekai, 20-21 Agustus 2018 lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Yahukimo, Maria Haluk mengatakan, pelatihan anyaman lokal ini untuk membina dan melatih mama-mama orang asli Papua yang belum mengetahui cara membuat anyaman lokal berupa noken dan juga gelang serta aksesoris lainnya. “Nantinya mama-mama orang asli Papua diharapkan mampu meningkatkan kualitas budaya orang asli Papua,” tuturnya dalam release yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (9/10).

Menurut Maria, bahan-bahan yang dipakai untuk membuat anyaman lokal ini berupa benang atau tali yang diambil dari bahan lokal setempat yakni yang telah tersedia di alam yang dibuat secara alami tanpa menggunakan mesin. “

Kegiatan nyaman lokal ini merupakan satu kegiatan yang sudah dilakukan mama-mama orang asli Papua selama ini, namun Pemerintah Kabupaten Yahukimo merasa perlu untuk mengangkat kegiatan anyaman lokal ini menjadi nilai budaya yang harus dipertahankan, sehingga kegiatan ini juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal setempat,” tegasnya.

“Demikian sebaliknya apabila kegiatan ini  tidak mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang baik maka perlu dihilangkan. Namun kegiatan ini sangat positif sehingga perlu dipertahankan menjadi nilai budaya yang sangat positif. Ini juga merupakan harapan dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Yahukimo,” sambungnya.

Maria berharap melalui kegiatan ini peserta bisa mengembangkan terus apa yang telah diperoleh. “Walaupun hanya sekali dalam setahun kegiatan ini berlangsung namun harapan pemerintah supaya mama-mama yang dilatih ini nantinya bisa mengajari lagi mama-mma Papua lain yang tidak sempat ikut pelatihan ini,” ujarnya. (john/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *