17 Progdi  di USTJ Telah Terakreditasi

Gamel/Cepos
Rektor USTJ  DR Yuyun N Ali Kastella M.Pd

JAYAPURA-Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) (Kamis 11/10) hari ini, akan mewisuda 416 mahasiswa/i-nya. Jumlah ini terbagi dalam 336 orang dari program sarjana dengan IPK rata-rata 3.08 dan sebanyak 85 orang program diploma 3 dengan IPK rata-rata 3,21. Dengan jumlah wisudawan/wati ini, bila diakumlasi maka alumni USTJ kini berjumlah 9.356 orang.    

   Rektor USTJ, DR Yuyun N Ali Kastella M.Pd didampingi Alfred Alfons, MT sebagai ketua panitia wisuda menyampaikan bahwa saat ini seluruh program studi sebanyak 17 progdi  telah terakreditasi, namun baru 5 progdi yang terakreditasi B, sedangkan lainnya masih terakreditasi C.

  “Ini menjadi satu focus kami, menaikkan grade program studi sekaligus memperkuat tenaga SDM pengajar,” kata Yuyun di ruang kerjanya, Rabu (10/10) kemarin.

   Lalu ada hal yang juga menjadi penilaian akreditasi, yakni menyangkut kelulusan. Poinnya yang dilihat adalah waktu tunggu mendapat pekerjaan, kesesuaian bidang ilmu dengan pekerjaan serta umpan balik dari stakeholder. Untuk melacak  ini (alumni USTJ) pihaknya  melakukan tracer study melalui pengisian data online.

“Kami berharap tahun 2019  mendatang ada 5 program studi bisa mengantongi akreditasi B melalui proses reakreditasi. Berbagai macam upaya kami lakukan, namun baru 5 yang bisa naik tingkat,” katanya.

   Namun, kata Yuyun, pihaknya patut berbangga, sebab di tengah tumbuhnya berbagai program studi di beberapa perguruan tinggi,  ternyata untuk fakultas ilmu kesehatan dan fakultas ilmu komunikasi USTJ masih menjadi pilihan utama. Bahkan pihaknya harus meranking hasil tes untuk bisa menerima calon mahasiswa ini.

“Fakultas ilmu kesehatan dan fakultas ilmu komunikasi yang sebagian besar alumni sudah terserap semua. Untuk  dua fakultas ini, bisa dibilang peminatnya yang paling tinggi dan kami bisa katakan USTJ masih menjadi prioritas pilihan untuk Jayapura,” imbuhnya.

  Hanya saya, Yuyun juga mengakui bahwa pihaknya masih membutuhkan beberapa tenaga pengajar dalam dua disiplin ilmu ini. “Kami masih membutuhkan tenaga pengajar di Fikes terutama ahli farmasi, analis kesehatan, sebab lulusan yang dihasilkan siap pakai sehingga langsung terserap,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *