Pemkab Jayawijaya dan Lanny Jaya Tunggu Regulasi dari Kemenpan

Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo , S.Sos, MSi Insert Sekda. (FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA–Setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden RI Joko Widodo tentang penerimaan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) secara ofline, kini Pemkab Jayawijaya dan Lanny Jaya masih menunggu regulasi penerimaan yang akan dilakukan di masing –masing daerah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya Senin (8/10) mengakui, para bupati di Papua dan Gubernur Papua telah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta dan presiden sudah menyetuji penerimaan caon ASN secara ofline, namun dasar hukumnya belum ada.

“Kebijakan oresiden untuk Papua menggunakan sistem ofline ini harus diikuti dengan keputusan Menpan sehingga kita masih menunggu regulasinya seperti apa, makanya kita belum bisa umumkan,”ungkapnya.

Untuk penambahan kuota di Jayawijaya, Sekda menegaskan tidak ada tambahan kuota lagi di Jayawijaya, kuota untuk Jayawijaya sudah 369 orang, ini sudah dibagi dan tidak ada penambahan lagi dari formasi yang diberikan.

“Kita harapkan bulan ini mendapat surat rekomendasi, kalau melihat intruksi presiden sudah ada, hanya saja teknisnya dari Menpan untuk mengetahui regulasi oflinenya itu seperti apa, bukan hanya Jayawijaya seluruh kabupaten dan kota di Papua juga masih tunggu,”tegasnya.

Di tempat berbeda, Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait mengakui, Pemkab Lanny Jaya sudah siap melakukan perekrutan ASN.

“Saat ini yang ditunggu adalah syarat teknis yang nanti dikeluarkan oleh Menpan melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Papua, kebetulan saat ini Kepala BKD Lanny Jaya ada di Jakarta untuk menindak lanjuti pertemuan gubernur dan presiden,”bebernya.

Dalam perekutan ini, Sohilat menjelaskan, Menpan akan memanggil para kepala BKD di Papua untuk mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan.“Kuota Lanny Jaya 442 orang, untuk Lanny Jaya tidak diragukan karena tahun lalu kita terima 600 orang, di mana 550 adalah anak asli Papua, 50 anak yang lahir dan besar di Lanny Jaya untuk keberpihakan kepada anak Papua, dan untuk tahun ini kami juga akan buat seperti itu,”jelasnya.

Ia menambahkan, jika Bupati Lanny Jaya mengambil kebijakan selurunya putra asli maka tidak ada masalah, seluruhnya akan direkut anak asli Lanny Jaya.“Saya pikir presiden sudah memberikan ruang maka harus dimanfaatkan dengan baik oleh para Pencaker yang ada di Lanny Jaya,”tambah Sekda Lanny Jaya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *