Masyarakat Kampung Harus Ikut Awasi Penggunaan Dana

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat membuka kran air untuk mengecek jaringan air yang dibuat di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Rabu (3/10). (FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Banyaknya kucuran dana yang diberikan oleh pemerintah di setiap kampung, jadi perhatian khusus Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM. Orang nomor satu di jajaran Pemkot Jayapura ini meminta agar dana yang dikucurkan tidak dibuat main-main dalam pembuatan program atau hanya dinikmati oleh oknum aparat pemerintahan kampung untuk memperkaya dirinya dengan cara dikorupsi.

Untuk mencegah hal tersebut, Wali Kota Tomi Mano masyarakat kampung untuk ikut mengawasi pemanfaatan dana yang sudah dikucurkan ke kampung-kampung.

“Saya minta masyarakat kampung harus bisa membantu mengawasi pengelolaan dana di kampung. Masyarakat harus tahu dana tersebut digunakan untuk apa, jumlahnya berapa dan harus ada draft transparasi yang bisa dilihat masyarakat kampung. Karena dana yang diberikan tidak main-main hingga puluhan miliar Rupiah,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (8/10).

Dikatakan, sebelum dana kampung digunakan, pastinya aparat pemerintahan kampung, pendamping dan masyarakat berkumpul bersama-sama, untuk memusyawarahkan program apa yang akan dilakukan di kampung, melalui dana yang telah diberikan pemerintah.

Dengan demikian bisa diketahui skala prioritas program kegiatan yang akan dikerjakan. “Harus ada persetujuan bersama, lalu besar dananya berapa dan yang kerja siapa. Ini harus tetap melibatkan masyarakat kampung,” tegasnya.

“Jangan sampai dalam membuat program tidak melibatkan masyarakat dan sembunyi-sembunyi. Jika ada masyarakat yang melaporkan ke saya, tetap akan saya tindak tegas dan tidak beri ampun oknum aparat kampung tersebut,” sambungnya.

Wali Kota menambahkan, agar dana kampung ini juga ikut dirasakan masyarakat, maka pengelolaan dana kampung harus swakelola. Contohnya, dalam mengerjakan pembangunan fisik di kampung, harus menggunakan tenaga masyarakat kampung setempat.

“Jangan terbiasa menggunakan pihak ketiga, jika pekerjaanya  bisa dikerjakan oleh masyarakat kampung. Dengan demikian masyarakat kampung juga ikut diberdayakan dan merasakan dana kampung, melalui sumbangsih dalam bekerja di kampungnya sendiri,” pungkasnya. (dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *