Terbayar Sudah Jerih Payah Selama Latihan

Penampilan dance Smansa Mimika saat tampil dalam partai final Honda DBL Papua Series 2018 di Gor Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.(FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Meski gagal meraih prestasi pada pertandingan basket. Tetapi Smansa Mimika berhasil meraih prestasi lewat tim dance mereka yang dinobatkan sebagai dance terbaik dalam UBS Dance Competition Honda DBL Papua Series 2018.

Tim UBS Dance Smansa Mimika berhasil menyingkirkan 16 kontestan lainnya. Dance Smansa Mimika juga salah satu tim yang terpilih sebagai 5 best dance untuk tampil pada partai final memberikan penampilan terbaik terakhir mereka.

Dalam 5 best dance Smansa Mimika bersama dengan, tim dance SMAN 1 Jayapura, SMAN 4 Jayapura, SMAN 2 Jayapura dan SMA Teruna Bhakti

Tim dance Smansa Mimika saat penampilan pada babak penyisihan menggunakan konsep seorang ninja dengan tarian hip-hop. etapi saat partai final, danca Smansa Mimika menggunakan konsep seorang bidadari yang sedang merawat tikus-tukusnya dan di kolaborasikan dengan tarian hip-hop berhasil mencuri perhatian dewan juri.

Kapten dance Smansa Mimika Ana mengatakan, bahwa pencapaian mereka tahun ini sangat luar biasa dan membayar semua jerih payah mereka selama mengikuti latihan selama dua bulan.

“Perasaan kami sangat bangga, karena sudah bisa masuk dalam 5 besar dan lebih bangga lagi kami bisa keluar sebagai pemenang untuk memberikan kado terindah buat sekolah dan orang tua kami,” ungkap Ana kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Gor Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.

Selain itu, Ana juga mengatakan bahwa yang menjadi roh kekuatan kemenangan mereka tidak lepaas dari adanya dukungan dari orang tua masing pemain dance Smansa Mimika.

“Saat kami dipastikan masuk dalam lima besar, orang tua kami langsung berangkat dari Timika ke Jayapura untuk menyaksikan penampilan kami. Itu yang merupakan salah satu hal yang membuat kami tampil lebih semangat dalam penampilan terakhir,” jelas Ana.

“Perjuangan kami untuk menjadi pemenang bukan segampang membalikan telapak tangan, banyak lika liku yang kami hadapi untuk bisa berada di 5 besar dan bisa menjadi juara,” lanjut Ana lagi.

Gadis yang kini duduk di bangku kelas dua ini mengatakan bahwa gelar yang mereka capai hanya dipersembahkan buat kabupaten Mimika, sekola dan orang tua. Ana pun juga optimis bisa kembali mengulang pencapaian mereka tahun ini di UBS Dance Competiton Honda DBL Papua Series tahun 2019 mendatang.

Dalam UBS Dance Competition, ada 5 poin penting yang menjadi penilaian dewan juri seperti koreografi 30%, kreatifitas 30%, kostum 15%, kekompakan 15% dan power 10%. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *