Smansa Jayapura Sukses Pertahankan Gelar

Pemain Honda DBL Putra SMAN 1 Jayapura saat melakukan selebrasi usai berhasil keluar sebagai juara kompetisi Honda DBL Papua Series 2018 yang berangsung di GOR Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.(FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – SMAN 1 Jayapura akhirnya sukses mengunci gelar juara Honda Developmental Basketball League (DBL) Papua Series 2018. Setelah pada partai final sukses mengalahkan SMA Jhon 23 Merauke dengan 50-41 poin

Kemenanagan ini menobatkan SMAN 1 Jayapura kembali pertahankan gelar juara yag mereka raih pada Honda DBL Papua Series 2017 silam. Kala itu Smansa Jayapura sukses mengalahkan tim basket Smansa Merauke dengan skor akhir 57-51.

Partai final Honda DBL Papua Series 2018 yang disaksikan ribuan penonton yang datang memnuhi Gedung Olahraga Waringin itu berlangsung seruh dan penuh dengan ketegangan.

Smansa Jayapura yang berstatus sebagai juara bertahan mulai meningkatkan intensitas permainan sejak kuarter pertama, alhasil para pemain Smansa Jayapura sukses unggul 14-9 poin. Memasuki kuarter kedua, SMA Jhon 23 Merauke tak tinggal diam. Mereka juga mencoba mengejar ketertinggalan angka mereka, namun hingga kuarter kedua berakhir keunggulan masih tetap jadi milik Smansa Jayapura dengan 29-23

Pada kuarter ketiga pun demikian, Smansa Jayapura tetap masih mengungguli anak-anak dari Kota Rusa itu dengan skor 40-30 Memasuki kuarter penentu, SMA Jhon 23 memiliki pelung untuk bisa mengejar ketertinggal atau bahkan mampu mengungguli Smansa Jayapura. Sebab 5 menit terakhir, Smasan Jayapura kehilangan kapten mereka Alvaro yang mengalami cidera yang tidak bisa menyelesaikan pertandingan.

Tetapi kesempatan itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain SMA Jhon 23 Merauke. Hingga kuarter 4 berakhir, keunggulan tetap menjadi milik Smansa Jayapura dengan skor 50-41 dari empat kuarter yang mengantarkan Smansa Jayapura berhasil kembali mempertahankan geler juara mereka yang kedua kalinya.

Kekalahan ini tentu menjadi mimpi buruk bagi SMA Jhon 23 Merauke yang harus mengubur mimpi mereka untuk bisa mencapai gelar juara Honda DBL Papua Series yang ke-5.

Sementara itu, pelatih Smansa Jayapura, Hendrik Deda menuturkan bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari semangat para pemainnya. Terutama pemainnya berhasil merepkan sesuai apa yang telah diberikan selama menjalani latihan sejauh ini.

“Melihat cara mereka bermain saya sangat puas sekali, semua bermain dengan baik, semua menjalankan instruksi dengan baik. Saya tidak terlalu marah-marah seperti biasanya, intinya kemenangan ini sangat luar biasa,” ungkap Hendrik usai pertandingan di Gor Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.

Sementara mengenai dengan kehilangan sang kapten Alvaro pada situasi krusial 5 menit akhir kuarter 4, diakui Henrik sempat membuat kepanikan dalam timnya. Tetapi untung para pemainnya mampu menjaga intensitas permainan dan berhasil unggul 50-41 hingga kuarter empat.

“Ketika kehilangan Alvaro di kuarter kempat, kami melihat semangat dari tim lawan meningkat. Untung kami memiliki pemain yang serba bisa, dan terbukti kami masih bisa menambah poin tanpa Alvaro,” tambah Hendrik.

Dirinya juga memberikan respect kepada SMA Jhon 23 Merauke yang dianggap sudah bermain sportifitas serta menjadi lawan yang tangguh bagi Smansa Jayapura.

“Kami tetap respect. Tim lawan juga sudah bermain sangat bagus, tetapi untung kami memiliki Alvaro yang selalu menang duel dalam pertandingan ini,” kata Hendrik.

Sementara untuk berbicara juara yang ketiga kalinya, Hendrik tetap optimis dapat memberikan gerlar ketiga bagi Smansa Jayapura. Meskipun, tahun depan Smansa Jayapura akan kehilangann 50% pemainnya termasuk sang kapten yang berhasil dinobatkan sebagai MVP putra Honda DBL 2018 Alvaro Claudio Lamia.

“Meskipu ada 5 pemain kami yang akan keluar, tetapi kami optimis dengan materi pemain yang ada saat ini dengan bibit pemain lainnya pasti kami bisa meraih gelar ketiga kami,” tutup Hendrik.

  Pelatih SMA Jhon 23 Merauke Endrikho mengakui kekalahan mereka. Endrikho menuturkan jika pemain Smansa Jayapura tahun ini benar-benar superior.

“Kami harus akui jika Smansa Jayapura unggul segalanya dari tim kami, mereka bermain sangat baik dala final,” ujar Endrikho.

Selain itu, Endrikho juga menjelaskan beberapa kesalahan yang berhasil dimanfaatkan oleh lawan untuk mengalahgkan mereka. “Dalam pertandingan kami sangat lemah dalam finishing,  kami juga lemah dalam mengantisipasi pergerakan lawan,” kata Endrikho.

Tetapi dirinya optimis kegagalan mereka untuk meraih gelar kelimanya musim ini akan kembali mereka buktikan pada DBL musim depan.

“Kami akan latihan lebih siap lagi, kami akan perbaiki di tahun depan untuk bisa mencapai target gelar kelima kami,” tandasnya.

  Pada pertandingan sebelumnya, di Tim putri DBL SMA ASisi Sentani berhasil meraih title juaranya yang pertama setelah pada partai final berhasil mengalahkan juara bertahan SMAN 1 Merauke dengan skor 59-52 yang berlangsung di Gor Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.

Keberhasilan tim basket putri SMA Asisi Sentani merupakan sebuah kejuatan tahun ini. Sebab, SMA Asisi Sentani sukses meraih gelarnya pertamanya dengan menumbangkan tim favorit juara musim ini.

  Finalis Honda DBL tahun 2017 SMAN 2 Jayapura menjadi korban pertama anak-anak SMA Asisi Sentani. Setelah itu, SMAN Jhon 23 Merauke juga merasakan keperkasaan SMA ASisi Sentani. Tak sampai disitu di partai final setelah sukses mengalahkan sang juara bertahan, di partai semi final SMA Asisi Sentani juga mengalahkan SMAN 4 Jayapura. (eri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *