Pemerintah Kota Diminta Perhatikan Atletnya

Erik / Cepos
Pelatih tim Basket DBL SMAN 1 Jayapura, Hendrik Deda saat memberikan arahan di Gor Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) malam.

JAYAPURA – Keberhasilan SMAN 1 Jayapura mengalahkan SMA Jhon 23 Merauke dengan skor akhir 50-41 pada partai final Honda Developmental Basketball League (DBL) Papua Series 2018 mengantarkan SMAN 1 Jayapura keluar sebagai juara yang kedua kalinya dalam ajang kompetisi bola basket antar pelajar terbesar di Indonesia.

Namun, keberhasilan Smansa Jayapura tersebut harus ada perhatian khusus dari pemerintah Kota Jayapura dalam membina atletnya kedepan secara khusus cabang bola basket. Terutama dalam menyiapkan atlet potensial dalam menyambut PON XX di Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan oleh pelatih kepala tim basket Smansa Jayapura Hendrik Deda. Dirinya berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah Kota Jayapura untuk turut dalam memperhatikan pembinaan cabang olahraga bola basket di Kota Jayapura.

“Semoga kami pemain dan pelatih-pelatih di Kota Jayapura ada perhatian, khususnya kami di SMAN 1 Jayapura yang berhasil menjuarai Honda DBL untuk kedua kalinya,” kata Hendrik kepada Cenderawaih Pos saat ditemui di Gor Waringin, Kotara, Sabtu (6/10) malam.

Dikatakan Hendrik, bahwa ajang DBL di tanah Papua bukah lagi ajang antar sekolah, melainkan mempertaruhkan nama Kota Jayapura. Sebab ajang bola basket tahunan ini tidak hanya diikuti oleh sekolah di Kota dan Kabupaten Jayapura. Melainkan melibatkan sekolah dari berbagai daerah di Papua.

“Kami bukan lagi membawa nama sekolah tetapi kami membawa nama Kota Jayapura, karena ivent ini bukan lagi memepertahankan gengsi sekolah tetapi mempertahankan gengsi kota. Jadi kami harap adanya perhatian dari pemerintah Kota Jayapura sama halnya dengan pemerintah lainnya,” tandas Hendrik. (eriw/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *