Smansa Jayapura Tekad Pertahankan Gelar

Kapten DBL putra SMAN 1 Jayapura Alvaro Claudio Lamia vs Kapten pemain DBL Putra SMA Jhon 23 Merauke Liborius A. Siante. (Erik / Cepos)

SMA Jhon 23 Merauke Ingin Capai Gelar Kelima

JAYAPURA – Partai final Honda Developmental Basketball League (DBL) Papua Series 2018 katerogi putra akan berjalan sengit. Dua tim unggulan DBL akan saling sikut untuk menunjukan yang terbaik tahun ini. SMAN 1 Jayapura akan menghadapi SMA Jhon 23 Merauke yang akan berlangsung di Gedung Olahraga Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) sore ini.

Smansa Jayapura yang berstatus sebagai juara bertahan mengusung misi untuk mempertahan gelar keduanya musim ini. Tetapi Smansa Jayapura harus berjuang ekstra untuk bisa mencapai misinya itu. Sebab, mereka akan menghadapi tim dengan peraih juara 4 kali DBL putra.

  Sebelum menapaki kaki di pada babak final, Smansa Jayapura berhasil mengalahkan tetangganya, SMA Taruna Dharma dengan skor 50-26 dan mengalahkan Smansa Biak pada babak delapan besar 49-23 dan pada partai semi final menumbangkan SMAN 2 Merauke dengan skor 66-48.

  SMA Jhon 23 Merauke juga menunjukan superiornya tahun ini. SMA Jhon 23 Merauke pada partai 16 berhasil mengalahkan SMA Advent Doyo dengan skor 48-23. Pada babak delapan besar anak-anak SMA Jhon 23 Merauke kembali mengalahkan lawannya dengan skor 40-23 dan untuk memastikan tiket final SMA Jhon 23 Merauke mengalahkan rival abadinya Smansa Merauke dalam derby Kota Rusa yang berakhir dengan angka 80-62.

Mermodal 5 pemain DBL musim lalu bisa membuat anak-anak Smansa Jayapura percaya diri bisa mengatasi calon lawannya itu. Diatas kertas, kedua tim memang sering ketemu di babak penyisihan. Tetapi belum pernah berjumpa di partai final pada ajang bola basket antar pelajar tersebut. Hal ini yang menjadi motifasi dari anak-anak Smansa Jayapura untuk mereka kalahkan pada partai final nantinya.

“Kami sangat tertantang dengan SMA Jhon, karena dari beberapa pertemuan dengan mereka kami belum bisa mengalahkan mereka. Dan ini kesempatan kami untuk mengalahkan mereka,” jelas pelatih Smansa Jayapura Hendrik Deda kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Gor Waringin, Jumat (5/10) sore kemarin.

  Hendrik juga mengakui jika calon lawannya itu jauh unggul diatas para pemainnya. Tetapi dengan persiapan yang terbilang cukup jauh diyakini mampu meredam permainan dari anak-anak SMA Jhon 23 Merauke.

“Meskipun SMA Jhon unggul diatas kami, tetapi kami sudah siap untuk tampil di final, kami juga sudah siap untuk pertahankan gelar yang kami raih musim lalu,” jelas Hendrik.

Tetapi, SMA Jhon 23 Merauke juga datang dengan segala persiapan. Tidak ingin pulang tanpa membawa gelar juara, SMA Jhon 23 Merauke juga berhasrat untuk merebut title juara yang kini dimiliki oleh Smansa Jayapura untuk menambah koleksi juara mereka menjadi lima gelar.

SMA Jhon 23 Merauke terakhir kali keluar sebagai juara pada tahun 2016 lalu, sebelum direbut oleh Smansa Jayapura pada 2017 silam. Tahun ini SMA Jhon 23 Merauke bertekad untuk kembali membawa pulang gelar juara ke Merauke.

Pelatih SMA Jhon 23 Merauke Endrikho tidak terlalu banyak berbicara untuk laga final ini. Dirinya hanya menyampaikan jika pemainnya akan siap untuk menatap laga final menghadapi Smansa Jayapura.

Selain itu, Endrikho juga mengatakan bahwa dirinya telah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya untuk memantapkan tim mereka. Sebab mereka akan menghadapi tim yang sedang on fire.

“Ada waktu recovery selama satu hari, ini kami manfaatkan dengan baik untuk memperbaiki kesalahan yang masih sering terjadi pada pertandingan sebelumnya. Seperti masih salah dalam passing, menembak juga masih kadang eror, itu yang sudah menjadi evaluasi kami untuk menghadapi Smansa Jayapura,” ujar Endrikho. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *