Putra Papua Menjadi Komandan Upacara HUT TNI ke 73 di Merauke.

Suasana Upacara HUT TNI ke 73 di Merauke yang dipimpin langsung Kasad Jenderal TNI Mulyono, Jumat (5/10). (FOTO : Kodam For Cepos)

JAYAPURA- Putra Papua bernama Wempi Ramandei menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kodam XVIII Kasuari bermarkas di Manokwari Papua Barat menjadi perhatian banyak orang dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipusatkan di Bandara Mopah Kabupaten Merauke, Rabu (5/10).

Bagaimana tidak, pria yang berasal dari Serui itu terpilih dan bertindak sebagai Komandan Upacara pada HUT TNI ke 73 tahun di Merauke dalampergelaran skbar sekali setahun yang dipersembahkan TNI untuk rakyat dalam merayakan hari jadinya setiap tanggal 5 Oktober setiap tahun.

Dan yang paling penting, menjadi kebanggaan bagi warga Merauke khususnya karena pelaksanaan upacara terbesar dalam rangka HUT TNI ke 73 tahun ini dilaksanakan di Merauke. 1035 Personel dilibatkan sebagai pasukan parade upacara terdiri Prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian, PNS dan Masyarakat Adat, dengan inspektur upacara (Irup) Kepala Sataf TNI AD (Kasad) Jederal TNI Mulyono.

Dalam rangkaian upacara juga dimeriahkan berbagai atraksi, diantaranya Sosiodrama diperankan oleh 450 orang yang mengangkat kisah perjuangan LB. Moerdani dalam merebut dan menduduki Kota Merauke dari penguasaan penjajah belanda dan beladiri militer, diperagakan oleh 335 orang Prajurit TNI AD, TNI AL dan TNI AU dengan mempertunjukkan aksi kobinasi gerak, perkelahian satu lawan satu hingga satu lawan lima orang, pemecahan benda-benda keras.

Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasad Jenderal TNI Mulyono bahwa TNI bersama-sama berbagai kompenen bangsa lainnya telah bekerja bahu-membahu sekuat tenaga untuk meringankan beban para korban bencana alam, TNI telah mengerahkan personel dan Alutsistanya untuk memberikan bantuan dan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, melakukan pengamanan dan memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Dikatakan,  sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini dan masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik dan ekonomi serta teknologi global telah menciptakan ruang  atau dimensi dan metode peperangan baru.

“Perang menjadi tidak terbatas, masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara, “ ungkapnya.

Peringatan HUT Ke-73 TNI di Merauke ini juga dimeriahkan dengan tarian adat Papua, demo beladiri prajurit TNI, pemotongan tumpeng ulang tahun dan  penyerahan rekor Muri pemecahan hebel terbanyak dengan sekali pukulan oleh prajurit TNI.

Sebelumnya, saat tiba di Merauke, Kasad disambut oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Bupati Merauke Frederikus Gebze dan sejumlah Perwira Tinggi TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polda Papua serta Pejabat Pemda, tokoh masyarakat dan ratusan warga Merauke yang ingin melihat langsung Jenderal TNI Mulyono dari dekat.

Kehadiran Jenderal TNI Mulyono juga disambut dengan upacara adat yang dipimpin oleh ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Merauke  Ignatius Ndiken. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *