Wajib Miliki CSR dan Berkontribusi di Jayapura

Gamel/Cepos
RAPAT CSR – Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun (dua dari kiri) memimpin rapat konsultasi publik terkait Raperda yang mengatur soal perusahaan dan CSR di ruang sidang DPRD Kota, Kamis (4/10).

JAYAPURA – Ketua Komisi C DPR Kota Jayapura, Jhon Betaubun menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Kota Jayapura akan memiliki Peraturan Daerah yang mengatur soal Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang dilakukan pelaku usaha, BUMN, BUMD yang berada di Kota Jayapura.

   Perda tentang tanggungjawab sosial dan perusahaan ini jika lancar akan disahkan pada 10 Oktober mendatang. Jhon sendiri optimis bila ini diberlakukan maka akan ada banyak hal yang bisa dilakukan para badan usaha untuk sama-sama membangun daerah.

“Ada 90-an pemilik badan usaha yang kami undang untuk dimintai masukannya dan sebagian besar merespon positif soal Raperda ini serta ikut memberi masukan,” kata Jhon Betaubun usai memimpin rapat konsultasi publik dari hak inisiatif DPRD Kota Jayapura di ruang sidang, Kamis (4/10).

  Yang turut hadir disebutkan tak hanya perusahaan milik negara tetapi juga perusahaan milik daerah termasuk pihak swasta. Semua, kata Jhon harus memiliki CSR dan melakukan apa yang bisa dikerjakan lewat CSR nya tersebut.

  Hak inisiatif dewan ini muncul setelah empat tahun  pihaknya melakukan kunjungan kerja  ke berbagai badan usaha ternyata ada badan usaha yang CSR-nya justru di luar Kota Jayapura. “Kami kaget, kantornya di Jayapura tapi CSR nya bukan untuk Jayapura, jadi bila ini diundangkan, seluruh badan usaha apakah strukturnya secara vertickl atau horisontal harus tetap berkontribusi di Jayapura. Jika bingung silahkan bantu di sektor olahraga, ada Persupura U-14, U-16 dan U-19 tahun,” bebernya.

   Perda ini  nantinya akan kembali menjadi rujukan lahirnya Peraturan Walikota yang berisi teknis dan aturan main lainnya dari CSR itu sendiri. “Perwal akan mentatur hal-hal yang belum diatur, jadi kami mendorong semua badan usaha wajib memiliki CSR. Di Tomohon mereka juga memiliki Perda soal CSR ini dan banyak yang menyumbang mobil ambulance, mobil sampah termasuk ivent kota di Tomohon mereka ikut terlibat,” tambahnya.(ade/dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *