Sabu Marak, 16 Warga Jayapura Jadi Tersangka

Elfira/Cepos
AKBP Muhammad Syafei saat menunjukan di peta,  jalur-jalur pemasaran sabu di wilayah Jayapura, Kamis (4/10).

JAYAPURA-Kota Jayapura nampaknya tidak hanya marak dengan peredaran Narkoba jenis ganja, belakangan ini peredaran narkoba jenis sabu-sabu juga makin marak. Dimana terhitung  Januari hingga Oktober tahun 2018, tercatat sebanyak 16 orang warga Kota Jayapura menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan Narkotika golongan 1 jenis Sabu ini.

   Hal ini sebagaimana data yang dihimpun Cenderawasih Pos dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua dan Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura Kota, pada Kamis (4/10) kemarin.

   Dari data BNNP Papua, kasus yang ditanganinya sebanyak 6 Laporan Kejadian Narkotika (LKN) yang sudah diungkap dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 90,319 gram. Sementara dari data Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura Kota, sebanyak 9 kasus yang diungkap dengan barang bukti 54,51 gram shabu.

   Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Papua, AKBP Muhammad Syafei mengatakan, dari 6 LKN sebanyak 4 kasus telah tahap  2 sementara 2 kasus masih dalam proses pemeriksaan.

“Dari 7 tersangka, 1 diantaranya adalah Bandar Sabu, sementara 6 lainnya merupakan kurir yang berlokasi di Jayapura,” ucap Syafei kepada Cenderawasih Pos.

   Kurir-kurir inilah kata Syafei yang kerap memasarkan sabu kepada orang-orang yang telah melakukan pemesanan kepada Bandar mereka yang berada di Jakarta. Di mana pengirimannya melalaui kurir.

   “Jadi setelah si pemesan sabu transfer uang, saabu tersebut dikirim dari Jakarta ke Jayapura melalui jasa pengiriman yang nanti diambil oleh kurir tadi,” terangnya.

   Dari pemetaan BNNP Papua, sabu yang berasal dari Jakarta tersebut dipasarkan di wilayah Kota Jayapura seperti Abepura, Heram, Angkasa, Tanjung Ria, dan sekitarnya.

   Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jayapura Kota AKP MYB Yusuf  menyebutkan sebanyak 9 kasus  dengan jumlah tersangka 9 orang yang diungkap Satuan Narkoba Polres Jayapura Kota terkait dengan  kasus Shabu, BB 54,51 gram shabu.

   Dari 9 kasus tersebut kata Hanafi, semuanya adalah laki-laki dengn usia produktif. Dengan motif yang digunakan, barang haram tersebut dikirim dari Jakarta menuju Jayapura melalui jasa pengiriman barang. “Dari kasus yang kami tangani, rata-rata sabu tersebut untuk dikonsumsi secara pribadi,” ungkapnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *