Imunisasi MRP Harus Merata di  Wilayah Perbatasan

Sekretaris Barisan Merah Putih, Yonas Nusi.

JAYAPURA- Anggota DPR Papua, Yonas Nusi, menegaskan betapa pentingnya penanganan terhadap pelaksanaan Imunisasi Campak, Rubella, dan Polio (MRP) secara merata, terutama di wilayah perbatasan negara dengan Papua Nugini.

  “Tidak bisa kita pungkiri bahwa Imunisasi MRP ini sangat penting sekali, terutama bagi anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun, sehingga mendapat kekebalan terhadap virus Campak, Rubella, maupun Polio itu sendiri,” ungkap Yonas Nusi kepada wartawan, Rabu (3/10) kemarin.

   Nusi sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini melalui Dinas Kesehatan, yang juga didukung UNICEF, sehingga Imunisasi MRP yang dilakukan ini dapat mencapai target secara nasional, yakni 95 persen.

  “Sesuai dengan wilayah pemetaan Imunisasi MRP ini, jangkauan hingga ke wilayah-wilayah perbatasan pun harus diperhatikan. Apapun caranya, kita harus dukung pemerintah dalam kegiatan imunisasi yang tengah dilakukan ini,” tambahnya.

   Menurut Nusi, Puskesmas dan Pustu, termasuk tenaga medisnya di wilayah perbatasan itu harus difasilitasi dengan baik, sehingga memberikan pelayanan yang optimal terhadap anak-anak. Bahkan, jika kemudian terdapat anak-anak Papua Nugini yang juga dibawa orang tuanya untuk mendapat Imunisasi MRP, maka harus pula dilayani.

  “Pelaksanaan Imunisasi MRP di Papua harus mencapai target yang ditetapkan. Maka pelaksanaannya pun harus dilakukan secara menyeluruh hingga menyentuh daerah-daerah pelosok terpencil di Papua. Ini yang harus menjadi perhatian gubernur dan OPD di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, bahwa pentingnya Imunisasi MRP dilaksanakan,” jelasnya.

  Seperti diketahui, berdasarkan data yang dikeluarkan Unicef melalui Rapidpro, hingga Rabu (3/10) kemarin, cakupan Imunisasi MRP di Provinsi Papua telah mencapai 58,42 persen dengan total anak yang telah diimunisasi berjumlah 539,487 anak.

   Tiga kabupaten dengan cakupan Imunisasi MRP tertinggi tidak lain adalah Kabupaten Jayapura, Mappi, dan Keerom. Cakupan di Kabupaten Jayapura telah jauh melampaui target dengan mencapai 120 persen, yang mana 40,036 anak yang telah mendapat imunisasi. Sementara Mappi bertengger di urutan kedua cakupan imunisasi tertinggi dengan capaian 110 persen di mana 37,204 anak telah diimunisasi. Lainnya yaitu Kabupaten Keerom dengan capaian 109 persen, di mana 15,408 anak diantaranya telah mendapat imunisasi.

  Dengan hasil ini, sekiranya dapat memotivasi kabupaten lain untuk mengejar ketertinggalannya, terutama bagi tiga kabupaten dengan cakupan imunisasi terendah, dalam hal ini Kabupaten Yahukimo (4,75 persen), Puncak Jaya (7,35 persen), dan juga Nduga (6,01 persen). (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *