Dishut Kembali Sita Ratusan Kubit Kayu di Nimbotong

Jan Jap Ormuseray.(FOTO : Hans Palen)

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan kembali melakukan penyitaan ratusan kubit kayu pacakan atau ilegal di Nimbotong, Distrik Unurumguay, Kabupaten Jayapura.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua,Jan Jap Ormuseray ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penyiataan ratusan kubik kayu tersebut di salah satu perusahan kayu yang beroprasi di wilayah Nimbotong, Distrik Unurumguay.

“Ini merupakan kegiatan rutin dari Dinas kehutanan sebagai bagian gerakan nasional penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA)Papua yang memang secara rutin dilaksanakan dalam pengawasan peredaran hasil hutan kayu,”ungkap Ormuseray.

Kata Ormuseray, berdasarkan hasil pengawasan atau patroli rutin di Kabupaten Jayapura, tepatnya di Nimbotong, Distrik Unurumguay,  ada salah satu perusahan yang menampung kayu-kayu ilegal yang disimpan di dalam kedi atau tempat pengering kayu.

“Kayu yang disimpan di kedi tempat pengering kayu  ada ratusan kubik kayu pacakan dan masih banyak tumpukan kayu di sana yang diduga ilegal,”terang Ormuseray.

Selain itu ada alat-alat yang mereka pakai untuk mengolah kayu-kayu ilegal tersebut.  Sesuai aturan maka dilakukan police line oleh Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan.

“Rata-rata kayu ini jenis Kayu Merbau dan Linggua.  Ada ratusan kubik dan semua kayu tersebut merupakan kayu pacakan ilegal,”tutur Ormuseray.

Lanjut Ormuseray, setelah dilakukan police line maka kayu kayu itu termasuk perusahannya tidak boleh lagi melakukan aktivitas, karena dalam pengawasan Negara dan akan diproses sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Intinya setelah dilakukan penyitaan dan proses penyidikan sudah tuntas, maka kayu ini selanjutnya akan dilakukan proses lelang. Ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup,Kehutanan, KPK dan juga Bapak Gubernur, dimana kayu-kayu temuan atau sitaan ini akan diproses lelang secepatnya,”tambah Ormuseray.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *