Pencegahan Penyakit Filarisus Terus Dilakukan

Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Markus O Mansnembra, SH., MM., memimpin minum obat filarisias bersama dengan jajaran pimpinan OPD lainnya, di halaman Kantor Bupati, Senin (1/10). (FOTO: FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS)

BIAK-Pembagian filariasis (kaki gajah) kepada jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mewarnai peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/10). Obat filariasis itu dibagi dan langsung diminum oleh jajaran pejabat dan ASN.

Bahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Markus O Mansnembra, SH., MM., ikut langsung memimpin minum obat filariasis bersama dengan jajaran pimpinan OPD lainnya. Di Kabupaten Biak Numfor sendiri, kampanye pencegahan penyakit kaki gajah terus dilakukan hingga ke tingkat Puskesmas, Pustu dan tempat-tempat keramaian lainnya.

“Upaya pencegahan penyakit kaki gajah, terus dilakukan secara berkesinambungan. Diharapkan semua pihak ikut memberikan informasi tentang itu, termasuk di kalangan pejabat dan ASN. Pencegahan terhadap penyakit kaki gajah, penting menjadi perhatian bersama,” ujar Sekda Markus Mansnembra.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Ruslan, S.KM., M.,Kes,Epid mengatakan, pemberian obat kaki gajah secara gratis kepada masyarakat dilakukan berkesinambunga. Tahun 2018 merupakan yang ketiga kalinya  diberikan obat ke seluruh masyarakat Biak Numfor.

Dijelaskan bahwa tahun pertama dan kedua di Kabupaten Biak Numfor dikenakan blacklist dari pemerintah pusat akibat pencapaian hanya 37% dari target 65% dari total penduduk sasaran (umur 2 –70 tahun). Terkait dengan itu, maka di tahun 2018 ini diharapkan tidak terjadi lagi.

“Kami terus berupaya supaya sasaran pemberian obat kaki gajah ini semuanya dapat dijangkau. Salah satu strategi baru yang kami lakukan adalah dengan mengunjungi sekolah – sekolah dan perkantoran lainnya,”  kata Ruslan.

“Dinas Kesehatan sudah banyak melakukan sosialisasi.  Mulai dari tingkat Puskesmas dan Pustu,  mendatangani  kampung-kampung dan sosialisasi dilakukan lewat media elektronik,” sambungnya. (itb/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *