Konflik Antara Kelompok, Oksibil Siaga Satu

Suasana aksi massa di Oksibil, dan beberapa kios dibakar, di Kabupaten Pegunungan Bintang, Selasa (2/10). FOTO : Polda Papua for Cepos)

5 Warga Sipil Luka, 2 Anggota Polisi Luka Panah, 5 Kios Terbakar

JAYAPURA- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menetapkan siaga satu untuk status keamanan di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang pasca bentrokan dua kelompok massa pendukung Yance Tapyor dan Andi Balyo pada Selasa (2/10) kemain. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM  Kamal, dalam rilis yang disampaikan di Media Center Polda Papua, Selasa (2/10).

  Akibat bentrokan tersebut, dua anggota kepolisian dan lima warga mengalami luka-luka, serta lima unit rumah dan 5 unit kios terbakar akibat insiden ini.

  Dikatakan, konflik antara massa pendukung Yance Tapyor dan massa dibawah pimpinan Andi Balyo itu terjadi pada pukul 10.20 WIT di Jalan Umum dekat Pasar Mabilabol, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang dengan jumlah sekira 500 orang.

“Diduga konflik yang terjadi karena adanya pro dan kontra pelaksanaan sidang paripurna DPRD Pegunungan Bintang untuk somasi tidak percaya atas kepemimpinan Bupati Pegunungan Bintang  Constan Otemka,” ucap Kamal.

Dimana dalam sidang Paripurna tersebut, kata Kamal, pihak Yance yang mendukung pelaksanaan sidang tersebut, sedangkan Andi dan massanya mendukung Constan Otemka.

Sejumlah anggota Polres Pegunungan Bintang beserta Brimob Polda Papua yang ada di Pegunungan Bintang diterjunkan untuk menghentikan aksi saling serang antara kedua kelompok yang menggunakan panah,  batu dan parang tersebut. Dimana pertikaian baru terhenti sekira pukul 13.30 WIT.

Dua anggota polisi yang menjadi korban kata Kamal yakni Kasat Lantas Polres Pegunungan Bintang AKP Amon Ruwayari terkena panah di paha bagian kanan dan anggota BKO Brimob Polda Papua atas nama  Brigpol Dolfis Wambonggo terkena panah di mata bagian kanan.

“Kedua anggota polisi dan lima warga yang menjadi korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Oksibil untuk mendapatkan perawatan medis, sementara 10 unit bangunan rumah dan toko dibakar massa salah satu rumah milik Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang Piter Kalakmabin,” kata Kamal.

Lanjut Kamal, hingga selasa malam sebanyak 100 personil aparat kepolisian bersama TNI yang masih bersiaga di Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang untuk mencegah konflik susulan antara kedua kelompok tersebut.

“Rencananya kami akan mengirimkan dua peleton pasukan dari Polda Papua untuk membantu pengamanan di Oksibil,” tuturnya.

Menurut Kamal, pihaknya  belum mendapat informasi adanya dua warga yang meninggal dan juga ratusan warga yang terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat akibat ketakuan.

“Kami akan terus memantau perkembangan terakhir dari konflik antara kelompok Yance dan pendukung Constan di Oksibil untuk mengambil upaya pengamanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan akibat perang suku antara kubu pendukung bupati dan kubu menolak Bupati Pegunungan Bintan Costan Otemka masyarakat pendatang terkena Imbasnya.

“Sekira 300 orang mengungsi dengan menampati kantor Koramil 1702-01/Oksibil, Aula dan Musola akibat ketakutan,” ucap Aidi.

Akibatnya lanjut  Aidi, sekitar 300 orang yang mengungsi ke Kantor Koramil. Koramilpun mendirikan dapur umum, dan anggota koramil berperan sebagai tukang masak dibantu oleh masyarakat.

“Saat ini yang menjadi kendala utama bagi pengungsi adalah MCK dan air bersih dan kebutuhan bayi,” ungkapnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *