Bina Pengrajin Noken, BI Gandeng Bekraf

Suasana pelaksanaan Bimtek di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Selasa (2/10) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Dalam rangka membina para pengrajin noken di Papua, Bank Indonesia Perwakilan Papua melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).  Dalam kerjasama ini Bekraf mendatangkan desainer khusus dalam kegiatan tersebut.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, melalui kegiatan Bimtek nantinya akan mempermudah para pengrajin noken untuk memasarkan produknya pada event PON 2020. Noken ini juga nantinya akan menjadi salah satu souvenir untuk kegiatan PON 2020.

“Saat ini kami melibatkan sekitar 50 pengrajin  noken. Secara khusus BI memiliki binaan juga namun kami harap ke depan kelompok pengrajin noken akan berkembang lebih banyak. Kami memang memiliki MoU dengan Bekraf terkait pengembangan industry  ekonomi kreatif yang ada di daerah masing-masing khusus untuk Papua adalah noken,” ungkap Joko kepada Cenderawasih Pos, Selasa (2/10) kemarin.

Lanjutnya, kerjasama ini memang sudah ada MoU sebelumnya antara Bank Indonesia dengan Bekraf. Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pemerintah kota maupun provinsi.

Diakui Joko, saat ini pihaknya menggandeng 50 pengrajin noken di Kota Jayapura dan kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari berturut-turut.

Sementara itu,  Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan,  Nurjainuddin Konu mengatakan, dengan adanya kegiatan Bintek yang dilaksanakan oleh BI yang bekerjasama dengan Bekraf , merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kreasi Mama-mama Papua pengrajin noken di Kota Jayapura.

“Kami selaku pemerintah Kota Jayapura mengapresiasikan upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kota Jayapura saat ini.  Tentunya ini merupakan salah satu peluang juga bagi para pengrajin noken untuk dapata menangkap pasar di PON 2020 nantinya,” terangnya.

Sementara itu, salah satu Nara Sumber  Bekraf, Meryam Veronika yang juga desainer fashion dan produk mengatakan,  melalui Bimtek diharapkan para pelaku ekonomi kreatif khususnya noken bisa mendapatkan pemahaman yang tepat terkait dengan strategi pemasaran produk mereka secara global.

Pihaknya juga akan tetap mengangkat semua bahan-bahan lokal yang selama ini belum digunakan sebagai bahan utama pembuatan noken.

“Kami lebih menyarankan para pengrajin noken untuk lebih mengutamakan bahan lokal yang ada. Jangan sampai mereka menggunakan bahan pewarna yang sifatnya sistesis. Kami juga akan memperkenalkan mereka beberapa warna alami, dengan demikian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang ada di dalam noken terjaga,’’tandasnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *