Mata Rantai KDRT Harus Diputus

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ketika menyalami warga setelah acara sosialisasi KDRT dan GeBer Stop KDRT di Kampung Wardo, Distrik Biak Barat, Sabtu (29/9).FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS

BIAK-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meminta agar potensi terjadinya mata rantai Kekarasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diputuskan sejak awal. Hal itu dikatakan karena kasus KDRT jumlahnya tergolong masing cukup banyak.

Kita harus sepakat melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa dan pemuda lainnya supaya ikut serta memutuskan mata rantai KDRT. Ini penting menjadi perhatian bersama, ujarnya pada Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sekaligus kampanye Gerakan Bersama (GeBer) Stop KDRT, di Kampung Wardo, Distrik Biak Barat, Sabtu (29/9).

Dalam sosialisasi dan kampanye GeBer Stop KDRT itu, Yohana Yembisi juga mengingatkan kepada orang tua anak (suama/istri) supaya tidak memperlihatkan tindakan-tindakan tidak terpuji di depan anak-anaknya, misalnya saja tidak berkelahi di depan anak-anaknya, guru tidak diperbolehkan memukul murid atau anak-anak didiknya dan tindakan lainnya.

Suami ataupun istri, diharapkan tidak berkelahi di depan anak-anak, termasuk jangan ada guru yang memukul anak-anak. Kalau itu terjadi maka tentu saja ketika anak nantinya sudah tumbuh dewasa lalu berkeluarga maka dia akan melakukan hal yang sama. Karenanya kita hindari hal-hal yang dapat membuat anak berprilaku tidak baik kedepan dan itu sudah menjadi komitmen PBB, paparnya.

Selain itu, juga dikatakan kalau sudah saatnya laki-laki memberikan kesempatan bagi perempuan di berbagai kesempatan.

Artinya, posisi perempuan tidak lagi dinomorduakan. Bahkan menurutnya, saat ini posisi Indonesia di dunia internasional juga ditunjuk dari 10 negara yang ada di dunia untuk membawa perempuan menuju Planet 50 : 50 2030, artinya tidak lagi 30 : 70.

Sekadar diketahui bahwa dalam sosialisi KDRT dan GeBer Stop KDRT itu, juga diperakan sejumlah gerakan dan yel-yel Stop KDRT. Bahkan kegiatan kampanye Geber Stop KDRT itu diikuti langsung oleh jajaran Forkopimda, jajaran pejabat dan ratusan masyarakat lainnya.(itb/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *