Kejari Merauke Tetapkan Dua Kontraktor Tersangka Korupsi

MERAUKE – Setelah menetapkan mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mappi PE (48) sebagai tersangka korupsi, giliran dua kontraktor atau pengusaha yang mengerjakan proyek pengadaan speed boat dan alat composting ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Merauke. Kedua kontraktor yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut berinisial A dan SD.

Ya, dua kontraktor pengadaan speed boat dan alat composting itu sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka, kata Kajari Merauke melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Merauke Takkas M. Simanjuntak, SH, MH, minggu lalu.

Takkas menjelaskan, untuk tersangka A terkait dengan pengadaan composting. Sedangkan untuk tersangka SD terkait pengadaan speed boat.

Menurut Takkas, kedua tersangka tersebut akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Kedua tersangka akan segera kita panggil untuk menjalani pemeriksaan, terangnya.

Penetapan A dan SD sebagaitersangkatersebut, lanjutTakkasSimanjuntak, merupakanpengembanganpemeriksaan yang sudahdilakukanterhadappenetapanmantanKepalaBadanLingkunganHidupKabupatenMappi PE sebelumnyasebagaitersangka.

Pihaknya, lanjut Takkas Simanjuntak masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus korupsi pengadaan 1 unit speed boat, solar cell, 230 buah composting atau tempat pengolahan sampah dan pengadaan alat laboratorium yang merugikan negara lebih dari Rp 1 miliar.

Sekadar diketahui, kasus korupsi ini terjadi pada APBD tahun 2016 pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mappi. Diketahui pula, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mappi PE tersebut saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jayapura. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *