Kampung Toweta Akhirnya Terhubung Jalan Darat

Puluhan masyarakat Toweta merasa senang dan bangga, ketika mobil sudah masuk di kampung mereka. Tampak sejumlah warga berfose bersama, Kamis , (27/9). Sinambela/Cepos

SERUI-Puluhan tahun masyarakat Kampung Toweta, Distrik Yapen Barat hidup terisolir. Lantaran akses jalan menuju kampung tersebut masih memprihatinkan. Jalan sama sekali belum bisa dilalui kendaraan, jalannya sudah dibuka.

Bahkan bahu jalannya sempat menjadi hutan dan jembatannya putus. Namun, kini jeritan mereka sudah dijawab pemerintah, seiring pembangunan infrastruktur jalan Serui-Ansus sudah dibangun. Alhasil, jalan ke Kampung Toweta pun dibuka.

Jembatan yang putus, sudah dibangun masyarakat setempat melalui dana kampung. Warga Kampung Toweta, Urbanus Waiberi kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/9) mengaku, Kampung Toweta selama puluhan tahun terisolir karena jalan belum ada.

“Menuju Kampung Ansus saja, masyarakat sambil memikul noken berjalan kaki melewati gunung selama berjam-jam membawa hasil pertanian.” Inilah penderitaan yang dialami masyarakat selama puluhan tahun,” ujarnya.

Bupati Tonny Tesar, S.Sos dan Wabup Frans Sanadi, BSc, S.Sos, MBA kini terus memacu pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, langkah yang sungguh luar biasa untuk mendekatkan pembangunan ke kampung-kampung.

“Masyarakat tidak pernah bayangkan jalan akan tembus ke Kampung Toweta selanjutnya Natabui dan sampai ke wilayah Utara,” ujarnya.

Dikatakannya, kondisi jalan yang ada memang masih batu, tetapi masyarakat sangat senang. Karena suatu saat nanti, jalan pasti akan diaspal.

“Cukuplah kami yang merasakan pahitnya transportasi laut dengan perahu motor tradisonal sekalipun ancaman yang berbahaya harus kami hadapi saat ombak. Anak cucu kami kedepan harus melintasi jalan darat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Musa Tabideo mengaku bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang digenjot Bupati dan Wabup bersama instansi teknis sangat bagus. “Apabila jalan sudah tersambung ke kampung-kampung dan distrik maka tidak ada lagi daerah terisolir,”pungkasnya. (rin/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *