Kemenhub Respon Pembangunan Dermaga Pepera

PRESENTASI: Kedishub Kabupaten Yahukimo, Yakober Mendila, ST., MT., saat menyampaikan presentasi di ruang rapat Direktorat Prasarana Perhubungan Darat, gedung Graha Lestari, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). (FOTO: Diskominfo Yahukimo for Cepos)

DEKAI-Usulan Pemkab Yahukimo melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo terkait pembangunan dermaga Pepera yang berada di muara Braza-Siref di Kampung Pepera, Distrik Kolof Braza yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Asmat, mendapat respon positif dari Kementerian Perhubungan RI.

Terkait usulan tersebut, Balai   Pengelola   Transportasi   Darat Wilayah XXV Provinsi Papua dan Papua Barat didampingi Dishub Kabupaten Yahukimo Pemkab Yahukimo telah melakukan survei lapangan terkait potensi pengembangan sarana dan prasarana angkutan sungai di Logpond dan Pepera, 14-17 September 2018.

Bahkan Kadishub Kabupaten Yahukimo, Yakober Mendila, ST., MT., telah mempresentasikan hasil laporan studi kelayakan dan detail desain Dermaga Pepera dalam rapat yang dipimpin Direktur Prasarana Perhubungan Darat di ruang rapat Direktorat Prasarana Perhubungan Darat, gedung Graha Lestari, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Dalam release yang diterima Cenderawasih Pos dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Yahukimo disebutkan bahwa Dirjen Perhubungan Darat sangat menyambut baik usulan Pemkab Yahukimo.

Kadishub Kabupaten Yahukimo, Yakober Mendila, ST., MT., menyebutkan usulan pembangunan dermaga yang disampaikan Pemkab Yahukimo ini untuk membuka semua isolasi di berbagai sektor khususnya di bidang perhubungan.

“Usulan Pemkab Yahukimo ke Pemprov Papua dan Kemenhub ini sangat disambut baik oleh Dirjen Perhungunan Darat melalui Direktur Prasarana Darat untuk pembangunan dermaga yang multi fungsi bagi kapal kargo yang berbobot 1200 ton tetapi juga bus air ASDP(Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan),” bebernya.

Dikatakan, respon positif dari Kemenhub ini ditindaklanjuti dengan melayangkan undangan kepada Pemkab Yahukimo untuk mempresentasikan hasil kajian teknis serta menyampaikan aspek kebijakan daerah di bidang transportasi antar moda yang terintegrasi. “Ini diharapkan dapat mengoptimalkan tol laut dan jembatan udara bagi wilayah terpencil dan terisolir dalam membantu menurunkan disvaritas harga guna membangkitkan daya beli masyarakat,” tuturnya.

Selama ini menurutnya, kapal dari Surabaya yang mengangkut barang masuk melalui Timika dan Jayapura, belum berpengaruh signifikan terhadap penurunan harga di wilayah pegunungan tengah. Untuk itu diharapkan dengan terbangunnya dermaga Pepera ini, kapal barang dari Surabaya dapat langsung sandar di dermaga Pepera dan selanjutnya diangkut melalui jalan darat ke Bandara Nop Goliath, Dekai untuk didistribusikan ke beberapa kabupaten yang ada di wilayah pegunungan tengah.

“Termasuk Wamena dan Oksibil yang memiliki waktu tempuh melalui jalur udara kurang lebih 20 menit. Dibandingkan dari Timika ke Wamena atau dari Jayapura ke Wamena yang membutuhkan waktu lebih lama yaitu 45 menit dengan biaya angkut atau total operating cost cenderung mahal,” jelasnya..

“Dengan terbangunnya dermaga Pepera, juga tidak terpengaruh dengan pasang surut sungai yang selama ini menjadi problem tersendiri di Pelabuhan Log Pond. Pepera sanggat diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan ketersediaan barang dan BBM di wilayah pegunungan tengan Papua dan di Yahukimo pada khususnya,” sambungnya.

Terkait usulan pembangunan dermaga Pepera ini, Yakober Mendila memberikan apresiasi Jhon Mirin,  anggota Komisi V DPR RI asal Papua yang turut menyuarakan program Pemkab Yahukimo ini. “Anggota DPR RI Jhon Mirin, turun hadir dalam pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara beberapa waktu lalu sebelum kami menyampaikan presentasi, tanggal 27 September,” tambahnya. (Diskominfo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *