Ribuan Butir  Somadril dan Sabu Dimusnahkan

Plh Kajari Merauke Drs Fajar Sukristyawan, SH, MH, didampingi  Kasi Pidum Pieter Louw, SH sebagai jaksa eksekutor, Ketua Pengadilan Negeri Merauke Orpa Marthina, SH,   Kasatpol PP Elias Refra, MM, Kasat Narkoba Polres Merauke AKP Subur Hartono dan stakeholder lainnya saat menunjukan  barang sitaan Narkoba dan  bahan pangan kedaluwarsa  serta obat dan kosmetik tanpa izin  yang akan dimusnahkan,  di Kejaksaan Negeri Merauke,   Kamis (27/9).(FOTO: Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE-  Ribuan butir Somadril  atau PCC (Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol) dan ratusan gram Narkotika jenis Sabu, termasuk  bahan pangan kedaluwarsa dan obat tradisional mengandung bahan kimia tak berizin  dimusnahkan dengan cara dibakar,   Kamis  (27/9).

Pemusnahkan  barang   terlarang dan  bahan pangan kedaluwarsa dan obat tradisional  serta kosmetik tanpa izin edar ini dilakukan  setelah  perkaranya telah berkekuatan hukum  tetap.  Namun  sebelum dimusnahkan,  Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Merauke  Pieter Louw, SH, sebagai eksekutor  membacakan berita acara pemusnahkan.

    Menurutnya, barang bukti  (BB) yang  dimusnahkan tersebut terdiri 5.270 butir PCC  yang terdiri dari  4.880 butir  PCC  dan 1 buah HP Samsung J7 yang disita dari Irma Krisnaningsih  alias Anti alias Bunda Rani dan 390 butir PCC dari  Muhammad Syukur. Lalu 152, 25 gram Sabu milik Titin alias Enceng , 19 paket Sabu milik  Idris dan barang bukti lainnya, 6 paket sabu miliki Sulaiman Pakita dan barang  bukti lainnya,   bahan makanan kedaluwarsa milik Muayana dan Hj Sumini dan obat tradisional  dan kosmetik  yang tidak memiliki izin edar milik Kuswanto.

  Pieter Louw menyampaikan terima kasih kepada Polres Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat yang   telah membantu dalam penengakan hukum sampai pada pemusnahan barang bukti tersebut.   

    Plh Kajari Merauke  Drs Fajar Sukristyawan, SH, MH,menjelaskan, pemusnahan barang bukti ini     karena telah  berkekuatan hukum  tetap. Menurutnya, pemusnahan   barang bukti  ini sebagai  bentuk komitmen dair Kejaksaan Agung RI untuk penengakan hukum dan meminimalkan serta mengantisipasi penggelapan dan penyelagunaan  barang bukti dari oknum Kejaksaan Negeri sendiri dan penyidik.

‘’Tidak  ada kesempatan  untuk menyalahgunakan barang bukti  yang  terdiri 5.272  butir Somadril dan 153 gram sabu dan 110 makanan minuman kedaluwarsa dan kosmetik,’’ katanya.    

   Menurutnya,  pengungkapan penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Polres Merauke, Boven Digoel, Mappi   dan Asmat tersebut sebagai komitmen bersama  untuk memberantas Narkorba. Apalagi, kata dia, Presiden  Jokowi telah mencanangkan  perang terhadap Narkoba.

‘’Kita tahu  bahwa Narkoba mulai mneyusup kepada   anak  kecil, SD sampai kepada yang tua.Bahanyanya begitu besar. Tidak ada kenikmatan dalam menggunakan Narkoba.  Yang ada  hanya kesengsaraan,’’ terangnya. (ulo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *